Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kisah Ruh Syeikh Abdul Qodir Jaelani & Buroq

Berikut adalah manaqib dari Rajanya Aulia (Qotbul Aqtob) Syeikh Abdul Qodir Jaelani diterjemahkan dari kitab “Al-Lujaini ad-Daani” yang disusun oleh Syeikh Al-Karim Ja’far bin Hasan Abdul Karim al~Barzanji R.A. Mudah mudahan kita semua mendapat barokah serta karomah nya aamiin yaa mujiib. Diriwayatkan oleh Syeikh Rasyid bin Muhammad Al-Junaidi dalam kitab Roudhoh An-Nadzir, pada malam Rasulullah (shollallahu’alayhi wasallam) Mi’raj, Malaikat Jibril datang menghadap Rasulullah SAW sambil membawa Buroq,, telapak kaki Buraq tersebut mengeluarkan cahaya seperti cahaya rembulan.

ilustrasi buroq
Ilustrasi

Buraq tersebut diberikan kepada Nabi Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril As. Seketika itu juga Buraq tersebut tidak mau diam karena sangat senang yang luar biasa sehingga Nabi SAW bersabda: “wahai Buraq kenapa engkau tidak mau diam?? Apa karena engkau tidak mau aku tunggangi?”

Buraq mnjawab: “Wahai Rasulullah, bukan aku tidak mau Baginda tunggangi, tetapi aku mempunyai permintaan kepada Baginda wahai kekasih Allah, permintaanku adalah nanti di hari Qiyamat ketika baginda masuk kedalam Surga agar tidak menunggangi yang lain kecuali aku”.

Rasulullah SAW bersabda: ”wahai Buraq permintaanmu aku kabulkan”.. Buraq itu pun berkata lagi: “wahai baginda sudikah kiranya baginda memegang pundakku agar menjadi ciri di hari Qiyamah?” kemudian Rasulullah SAW memegangkan kedua tangannya pada pundak buraq tersebut,, karena buraq saking gembiranya yang sangat luar biasa, sehingga badan nya tidak muat lagi untuk ditempati ruh nya, terpaksa buraq tersebut membesar dan tinggi sampai 40 hasta. Setelah itu Rasulullah SAW berdiri sebentar sambil melihat betapa tingginya Buraq dan berpikir bagaimana caranya untuk naik ke punggungnya sedangkan pada saat itu tidak ada satupun tangga untuk naik.

Pada saat itu juga datang ruh nya Syeikh Abdul Qodir Aljaelani seraya berkata: “silahkan baginda naik ke pundak saya”.. Kemudian Rasulullah SAW naik ke pundaknya ruh Ghautsul ‘Adzom ‘Syeikh AbdulQodir Jaelani, kemudian Syeikh AbdulQodir Jaelani berdiri, sehingga Rasulullah SAW dapat naik ke pundaknya Buraq kemudian Nabi SAW bersabda: “dua telapak kaki ku menaiki pundakmu wahai Abdul Qodir, maka telapak kakimu nanti yang akan menaiki pundak semua wali-wali Allah”

Referensi:
http://pecintahabibana.wordpress.com/2013/01/04/kisah-ruh-syeikh-abdul-qodir-jaelani-dan-buroq/
Inspirasi Knowledge

Umat Islam tidak Menyembah Ka'bah.

Apabila ada yg bertanya kenapa umat muslim menyembah ka'bah?

Sekedar mengingatkan kepada kita semua bahwa umat muslim tidak menyembah kotak hitam (ka'bah). Untuk lebih jelas bisa baca sedikit cerita dibawah.

Kembali ke kehidupan sehari-hari kita, banyak orang muslim di indonesia tidak paham dengan agama. Mereka hanya tau sekedar di ktp, karena ortu dan lain sebagainya. Disini akan menjelaskan secara singkat dan mudah dipahami untuk kita semua.

Mudah-mudaan dapat membantu. Berikut ini ilustra di antara 2 Manusia : Percakapan Si A dengan seorang Ustadz.

Ka'bah
Si A : mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?
Ustadz : salah tu bro. Umat Islam ga menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.
Si A : bukankah orang Islam sembahyang menghadap Ka'bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka'bah?

Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone milik si A berdering. Si A menjawab panggilan teleponnya, sementaran sang ustadz dengan sabar menanti. Setelah si A selesai menjawab panggilan di handphone miliknya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum.

Si A : mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi?
Ustadz : hmm..perlukah saya menjawab pertanyaanmu?
Si A : ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan? [tertawa]
Ustadz : bukan itu maksud saya, tapi saya mencoba menggunakan teori yang kamu gunakan untuk membuat pertanyaan yang kamu ajukan padaku. Saya melihat kamu kurang menyadarinya..

Si A : mengapa kamu bicara begitu?
Ustadz : tadi saya lihat kamu bicara sendiri, tertawa dan tersenyum sendiri. Dan kamu mencium handphone-mu itu sambil bicara "I love u mom"...
Si A : saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.
Ustadz : mana istrimu? Saya tak melihatnya..
Si A : istri saya di tempat lain (menyebut nama daerah). Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telfon. Apa masalahnya? [nada marah]
Ustadz : boleh saya lihat handphone kamu?

Si A mengulurkan handphon-nya kepada sang ustadz. Sang ustadz menerimanya, lalu tidak sengaja jatuh, dan terjadi goresan pada chasing handphone tersebut dan menanyakan bagaimana kondisi istrinya apakah terluka juga, karena handphone nya baru saja terjatuh.

"Aduh, maaf istrimu jadi terluka karena handphone mu terjatuh, istrimu masih baik-baik saja kan?"
Si A : hah, handphone ku yang jatuh, kenapa dengan istriku? mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon. Apa kau tak bisa menggunakan otakmu? [jegerrr marahnya bro]

Ustadz : Alhamdulillah [senyum]. Begitu juga halnya dengan Allah SWT. Umat Islam sembahyang menghadap Ka'bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka'bah. Tetapi umat Islam sembahyang atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk sembahyang menghadap Ka'bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka'bah. Begitu juga dengan dirimu dan istrimu. Istrimu menelfon menggunakan handphone, ini bukan berarti istrimu ada di dalam handphone. Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan, kalau ingin bicara lewat telfon harus tekan nomor yang tepat, barulah akan tersambung dan kau bisa berbicara melalu handphone meski istrimu tak ada di dalamnya.

Si A : [melongo]

Inilah Jawaban yang logis mengapa Umat Islam menghadap Ka'bah untuk menyembah Allah.

Sumber : Majelis ilmu
Inspirasi Knowledge

"Tenang & Tentram" Rahasia Surat Ar Rahman

Kita sering mendengar bahwa beberapa surat di dalam Al Qur an memiliki khasiat dan kegunaan yang luar biasa bagi hidup manusia. Seperti surat Yasin, Surat Al waqi'ah, Surat Ar Rahman, dll. Masing-masing memiliki khasiat dan kegunaan yang berbeda-beda.

Kali ini aku ingin berbagi tentang khasiat surat Ar rahman. Sesuai namanya Ar Rahman ( Yang Maha Pengasih). Sekilas dari namanya mungkin kita membayangkan bahwa surat Ar Rahman bercerita tentang kemurahan dan sifat penyayang Tuhan.

Dalam membaca Al qur'an memang sebaiknya selalu diikuti dengan membaca artinya dan kemudian memahami maknanya.

Mengapa surat Ar Rahman sangat bagus bila dibaca setiap hari...?

khasiat surat ar rahman

Sebenarnya banyak hal yang diajarkan didalam surat Ar Rahman ini. Khususnya mengenai rasa syukur yang harus kita lakukan setiap saat. Bahkan di dalam surat Ar Rahman disebutkan sampai berkali-kali " Fa Bi ayyi Ala irobbikuma Tukadzdziban" yang artinya "nikmat Tuhan Yang manakah yang engkau dustakan".

Ini seolah-olah Tuhan begitu pemurah dan selalu mengingatkan kepada manusia untuk selalu bersyukur dan bersyukur. Tidak cukup hanya sekali...tetapi berkali-kali. Apakah Tuhan tidak Maha Pemurah..... Tuhan begitu sabar dan telaten kepada umatnya. Sampai berkali-kali mengingatkan ..untuk selalu bersyukur. Coba kalau kita...ada teman yang salah ...paling-paling kita hanya sekedar mengingatkan...1 kali atau 2 kali. Setelah itu ya sudah...terserah. Tetapi Tuhan Maha Pemurah kepada manusia. Dan tentu saja tidak setiap manusia yang bisa mengambil hikmah...hanya manusia yang terbuka hatinya saja ....yang dapat menangkap hidayah. So....bukalah hatimu....agar dapat hidayah.

Mengapa kita diminta bersyukur..?

Karena rasa syukur adalah pangkal segala kebahagiaan hidup. Orang yang mudah bersyukur kepada Tuhan....maka orang itu akan mudah memperoleh hidayah. Akibatnya hidupnya menjadi tenang dan tenteram. Kebahagiaan akan menyelimuti hidupnya. Hidup menjadi ringan dan tidak terlalu stress.

Jadi..bila anda ingin hidup bahagia ...maka rajin-rajinlah bersyukur kepada Tuhan....

Demikian sedikit gambaran tentang rahasia dibalik surat ar rahman.....yaitu rasa syukur.
Semoga bermanfaat.

http://www.didiksugiarto.com/
Inspirasi Knowledge trik-tips

Mau Pasangan Sholih Jadi Sholihah Duluan!

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)
***
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)“. (QS An-Nur: 26)
***
Dua ayat ini menjadi ayat wajib untuk direnungi dalam proses pencarian jodoh dan mempertahankan jodoh.  Tapi  kita terkadang lupa mengukur diri sendiri dan yakin  se“pede-pede” nya bahwa diri ini adalah orang baik-baik sebagaimana yang dituliskan dalam An Nur: 26 tanpa belajar apa yang dimaksud Allah dengan wanita baik dan wanita keji atau laki-laki baik dan laki-laki keji?

muslimah

Mari kita mulai berpikir dan mengukur diri. Sudah baikkah saya sehingga saya pantas dapat pasangan yang baik? Ketika kita sudah memiliki pasangan yang baik , mampukah kita untuk menjaga kebaikan kita sehingga kita tetap “pantas” untuk bersanding dengannya?

Siapa sih perempuan yang tidak ingin suaminya baik, yang sholih, yang bisa menjadi imam dalam keluarga, membimbing dalam ibadah, dan bergandengan tangan menuju surga Allah? Tidak mungkin ada yang menolak suami dengan kualitas seperti ini kan?
Siapa sih laki-laki yang tidak ingin istrinya manis, sholihah, menyenangkan bila dipandang, lembut hatinya, dan mampu menjadi Ibu yang mampu menjadi madrasah bagi anak-anak nantinya? Ada yang tidak mau punya istri seperti inikah?

Ayat di atas memberitahu kita bahwa Allah memberikan pasangan yang se-kufu dalam tingkat ketakwaan kepada Allah. Kalau ingin laki-laki sholih, harus jadi perempuan yang sholihah. Begitupun sebaliknya.
Dalam prosesnya bisa jadi ada sandungan-sandungan di luar kendali kita karena ketidakmampuan kita menahan diri atau kekurangan kita dalam berilmu.  Namun yakinlah, ketika kita bertobat, bangkit dan berusaha selalu memperbaiki diri, maka Allah akan selalu menjaga kita.

Ada kalanya kita mengalami kendala dalam proses menemukan jodoh, entah tidak jadi menikah, atau bahkan memang belum pernah menemukan kunci masuk proses sama sekali. Namun, yakinlah ketika kita tetap berusaha mendekatkan diri pada Allah, bila Allah menunda memberikan jodoh bukan karena Allah, tapi Allah mencintai kita dan ingin kita mendapatkan jodoh yang terbaik. Dengan “waktu tunggu lebih” yang dimiliki, kita diberi kesempatan lebih banyak untuk bisa memperbaiki kualitas diri sehingga bisa mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari keadaan diri kita saat ini.

Ada kalanya kita menghadapi banyak ombak untuk mempertahankan bahtera rumah tangga. Entah karena keegoisan diri, kecemburuan yang tidak pada tempatnya, atau bahkan yang lebih sulit adalah ketidakseimbangan dalam proses “mendekati” Allah yang mengakibatkan visi misi rumah tangga pun bisa jadi berubah dan terasa tak sejalan. Ketika sang suami makin sholih, maka didik dan ajak dan gandenglah istri tercinta untuk mengikuti kesholihannya. Ketika sang istri makin sholihah, ajak dan gandeng dengan mesra sang suami untuk bersama makin dekat dengan Allah sehingga bisa selalu seiring sejalan.

Mau dapat pasangan yang baik, jadi baik dulu….

Pasangan makin baik, kejar kebaikannya hingga kita selalu pantas bersamanya…
Mau dapat pasangan yang sholih, jadi sholihah dulu….
Pasangan makin sholih, raih tangannya, jangan sampai tertinggal jadi orang sholih..
Ukur diri, bertaubat, perbaiki dan berproses menjadi lebih baik tiap waktu…
Mendekat dan makin mendekat pada Allah….
Mencintai Allah dan menjauhi apa-apa yang tidak disukai Allah…
Maka nikmat Allah apa yang mau kamu dustai?
Allah akan selalu memberikan yang terbaik. Itu Pasti!
Ya Allah, bimbinglah kami.

Sumber: parentingnabawiyah.com
Inspirasi offtopic

Kisah Syaitan Menolong Pemuda Ke Masjid

Kisah ini bermula apabila seorang pemuda bangun pada awal pagi untuk solat Subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid. Di pertengahan jalan menuju ke masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.

Dalam perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yang sama. Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.

Di tengah jalan menuju ke masjid, dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.

Dia menanyakan identitas lelaki tersebut dan lelaki tersebut menjawab "Saya melihat anda jatuh dua kali di perjalanan menuju ke masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."

Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan menuju ke masjid.

Apabila mereka sampai di masjid, pemuda tersebut bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan solat Subuh bersamanya. Lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali-kali tetapi jawabannya sama.

Pemuda itu bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan solat Subuh bersama ?

gambar masjid

Lalu lelaki itu menjawab...

"Aku adalah IBLIS..."

Pemuda itu terkejut dengan jawapan lelaki itu.

Iblis kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan SEMUA DOSAMU.

Saya sengaja membuat kamu terjatuh 2 kali dan itupun tidak membuat kamu jadi berubah pikiran, bahkan kamu tetap memutuskan kembali untuk ke masjid.

Karena hal itu, Allah memaafkan DOSA-DOSA SELURUH ANGGOTA KELUARGAMU.

Saya bimbang jika saya membuat kamu jatuh untuk ketiga kalinya, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa - dosa seluruh penduduk kampungmu jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat."

SUBHANALLAH...

Semoga ALLAH memberikan hikmah dan hidayah agar bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut aamiin..


https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=544731582249213&id=157485294307179
Inspirasi

Menyayang anak Mendatangkan Rahmat Allah SWT

Dari Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata, ''Seorang badui datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata,

''Apakah kalian mencium anak -anak kalian? Demi Allah, kami tidak pernah menciumnya.’

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

''Sungguh aku tidak mampu mencegah jika ternyata Allah telah mencabut sifat kasih sayang dari hatimu.”

(Shahih) – [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 18-Bab Rahmatul Walad Taqbiluhu wa Mu’anaqotuhu. Muslim: 43-Kitab Al Fadha’il, hal. 64]

menyayangi

Dari Abu Hurairah, ia berkata, ''Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium Hasan, putra Ali di mana saat itu ada Aqra’ ibnu Habis At Tamimi sedang duduk di samping beliau. Dia lalu berkata,

''Saya punya sepuluh orang anak dan tidak pernah satupun dari mereka yang saya cium.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandangnya dan berkata, ''Siapa yang tidak memiliki sifat kasih sayang, niscaya tidak tidak akan memperoleh rahmat Allah.”

(Shahih) Lihat Ghayatul Maram (70-71): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 18-Bab Al Walad Taqbiluhu wa Mu’anaqotuhu. Muslim: 43-Kitab Al Fadha’il, hal. 65].


Subhanallah

ternyata mencium anak adalah salah satu ciri/pertanda bahwa pada diri kita ada sifat kasih sayang seperti yg dikatakan Rasulullah diatas.

bagi saudara-saudara yg udah punya anak, selain bercengkrama dengan anak, mari kita cium mereka agar rahmat Allah menghampiri kita.
Al-Hadits Inspirasi

Resiko Kufur Nikmat

Menyaksikan kedua telapak kaki Rasulullah pecah-pecah akibat terlalu lama melakukan shalat malam, Aisyah bertanya, “Kenapa engkau melakukan yang demikian, Wahai Rasulullah, padahal Allah sudah mengampuni segala dosamu yang telah lampau dan akan datang?” Beliau menjawab, “Tidak pantaskah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini cukup populer. Rasulullah SAW (571-632 M) gamblang menegaskan tentang pentingnya bersyukur. Tentu bersyukur merupakan kewajiban bagi kaum beriman. Mari renungkan sejenak nikmat Allah yang selama ini kita terima. Tidak usah seluruhnya. Cukup nikmat buang angin saja. Seorang teman harus menghabiskan uang jutaan rupiah untuk biaya operasi hanya gara-gara tiga hari tidak bisa buang angin.

Itu baru soal buang angin. Padahal sepanjang hidup ini, jutaan aktivitas lain harus kita tunaikan. Semua itu ternyata tidak dipungut harga alias gratis. Sebab itu, Allah hanya memberikan kita dua pilihan. Jika tidak mau bersyukur, berarti kita kufur. Tidak ada pilihan ketiga. “Sungguh Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (QS Al-Insan: 3).

Betapa bodohnya kita apabila lebih memilih kufur ketimbang bersyukur. Pasalnya, Allah menjanjikan bertambahnya nikmat bagi mereka yang bersyukur dan menimpakan laknat bagi mereka yang kufur. Berulang kali ayat Al-Qur’an membeberkan kisah-kisah kaum dahulu yang dibinasakan Allah akibat mereka enggan bersyukur. Simak beberapa cuplikan kisah berikut.

Kaum Nabi Nuh (3993-3043 SM) disapu banjir super dahsyat. “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan menurunkan air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas bahtera yang terbuat dari papan dan paku.” (QS Al-Qamar: 11-13).

Sejarawan memang berbeda pendapat, apakah bencana besar itu melanda seluruh dunia atau hanya terjadi pada wilayah tempat Nabi Nuh diutus. Yang jelas, semua sepakat bahwa banjir mengerikan itu datang akibat kaum Nabi Nuh selalu ingkar kepada Allah. Betapa tidak, lebih kurang 950 tahun Nabi Nuh berdakwah, tetapi pengikutnya hanya tujuh puluh orang dan delapan anggota keluarganya.

Kekufuran dan pembangkangan serupa juga dilakukan kaum Ad. Kaum Nabi Hud (2450-2320 SM) ini terkenal memiliki jasmani yang kuat. Berkat karunia Allah, kaum Ad hidup berselimut kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Peradaban mereka juga sangat maju. Tetapi mereka kufur dan angkuh, selalu menolak kebenaran, yang risikonya harus mereka bayar dengan sangat mahal.

Allah meniupkan badai topan diiringi gemuruh suara yang menggelegar. Hanya dalam hitungan hari, riwayat mereka tamat dengan sangat menyedihkan. “Allah menimpakan angin kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari secara terus menerus, maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah lapuk.” (QS Al-Haqqah: 7).

Tidak kalah mengerikan lagi adalah azab yang diterima kaum Tsamud. Kaum yang tinggal di dataran Al-Hijir yang terletak di antara Hijaz dan Syam ini hidup dengan segala kemewahan dan kemakmuran sebagai warisan dari kaum Ad. Kaum Tsamud juga dikenal sebagai arsitektur dan entrepreneur ulung. Awal Juli 2008 lalu, UNESCO mengesahkan Madain Saleh, kota peninggalan mereka di 440 km arah utara Madinah itu, sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage Site).

Sungguh sayang, mereka ingkar dan menentang dakwah Nabi Saleh (2150-2080 SM). Mereka bahkan berani membunuh unta betina yang merupakan mukjizat Nabi dan Rasul kelima itu. Hasilnya, mereka dihantam guntur dan gempa hebat. “Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumah mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sungguh kaum Tsamud itu mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.” (QS Hud: 67-68).

Tidak kalah tenar tentu kisah Fir’aun. Fir’aun adalah gelar untuk raja-raja Mesir purbakala. Menurut Al-Qur’an, terdapat dua gelar bagi raja Mesir kala itu: Fir’aun dan Malik. Fir’aun adalah gelar untuk raja Mesir zaman Nabi Musa (1527-1407 SM), sementara Malik adalah gelar raja Mesir zaman Nabi Yusuf (1745-1635 SM). Penelitian sejarah membuktikan, Fir’aun yang sangat memusuhi Nabi Musa adalah Minephtah (1232-1224 SM), putra Ramses II. Adapun Ramses II yang memerintah selama 68 tahun pada 1304-1237 SM itu adalah raja yang baik.

Fir’aun Minephtah dianugerahi kekuatan dan kekuasaan luar biasa. Tidak hanya kaya, dia bahkan tidak pernah sakit seumur hidup. Tetapi, jangankan bersyukur, Fir’aun Minephtah malah sangat sombong dan arogan, bahkan mengaku sebagai Tuhan. Tragis, Fir’aun Minephtah dan kroni-kroninya akhirnya dibenamkan Allah di dasar Laut Merah. Setelah ribuan tahun terkubur di laut, muminya ditemukan pada 1898 M oleh Loret di Thebes, di daerah Wadi Al-Muluk (lembah raja-raja). Kini, mumi Fir’aun Minephtah diawetkan di museum Mesir.

Jika mengacu isyarat Al-Qur’an, Allah memang sengaja menyelamatkan jasad Fir’aun Minephtah agar dapat menjadi pelajaran bagi manusia. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sungguh kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).

Masih banyak kisah-kisah kebinasaan kaum kufur nikmat dan penentang kebenaran yang dituturkan Allah dalam Al-Qur’an. Cukuplah beberapa penggalan kisah di atas sebagai bahan renungan. Sebagai kaum beriman, sepatutnya kita terus memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah, sebagaimana dikutip dalam riwayat Abu Dawud, “Wahai Tuhanku, bantulah aku untuk dapat senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh M Husnaini
Penulis Buku “Menemukan Bahagia”. Email: hus_surya06@yahoo.co.id
Inspirasi

Cara Rasulullah SAW Memuliakan Istrinya

Siapa tidak mendamba pasangan setia dan selalu mesra? Siapa pula tidak jengah hidup dengan pasangan yang durhaka lagi gampang marah? Faktanya, menjadi pasangan setia dan mesra sungguh tidak mudah.

Alangkah baik kita menjadikan rumah tangga Rasulullah sebagai teladan utama. Inilah potret rumah tangga yang diliput berkah dan bertabur cinta. Panutan umat sejagat ini adalah sosok suami yang pandai mengistimewakan istri.

Beliau biasa memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira, yang kemerah-merahan pipinya. Kadang juga Aisy, yang dalam budaya Arab, pemenggalan huruf terakhir dari nama itu menunjukan panggilan manja sebagai tanda sayang. Tidak ada wanita yang tidak tersanjung dipanggil demikian oleh suaminya.

Di tengah kesibukan mengurus umat, Rasulullah juga mampu menjaga keintiman bersama istri. Perhatikan penuturan Aisyah berikut. “Aku pernah mandi janabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air. Tangan kami bergantian mengambil air.” (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah juga pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau pernah makan daging yang sudah digigit Aisyah (HR Muslim).

Kemesraan bahkan tetap dilakukan Rasulullah ketika istri sedang dalam keadaan haid. Simak penuturan Ummu Salamah. “Ketika aku rebahan bersama Rasulullah di lantai, tiba-tiba aku haid. Aku keluar mengambil pakaian haidku. Beliau bertanya, ‘Mengapa kamu, apakah kamu haid?’ Aku menjawab, ‘Ya’. Beliau lalu memanggilku, dan aku tidur bersama beliau di lantai yang rendah.”

Rasulullah memang begitu memuliakan istri. Boleh jadi sebagian suami lebih nyaman keluar rumah bersama rekan, meninggalkan istri di rumah. Perhatikan sikap Rasulullah, sebagaimana kesaksian Aisyah. “Ketika hendak melakukan sebuah perjalanan, Nabi biasa membuat undian di antara para istri beliau. Siapa yang namanya keluar undian, dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Demikian pula ketika beliau menyaksikan hiburan. Aisyah berkisah, “Pada suatu hari, orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi sendiri yang berkata padaku, apakah aku ingin melihatnya. Aku menjawab, ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakang beliau. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata, ‘Teruskan permainan kalian, Wahai Bani Arfidah (julukan orang Habasyah)!’ Hingga ketika aku merasa bosan, beliau bertanya, ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku menjawab, ‘Ya.’ Beliau lalu berkata, ‘Kalau begitu, pergilah!’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Itulah sosok suami sejati. Kendati demikian, sebagai manusia normal, tentu saja rumah tangga Rasulullah tidak bebas dari konflik. Perselisihan dalam rumah tangga adalah bumbu cinta. Namun, ketika berselisih, Rasulullah tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, beliau berkata, “Tutuplah matamu!” Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Nabi berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata, “Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR Ibnu Sunni).

Semua kita pasti berharap memiliki rumah tangga yang sakinah dan penuh berkah. Rasulullah telah mengajarkan suami bagaimana memuliakan istri. Seperti sabda beliau, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh M Husnaini
Penulis Buku “Menemukan Bahagia”. Email: hus_surya06@yahoo.co.id
Inspirasi

"Mengenal" Doa sapu jagat

berdoa
Mengapa ada istilah do’a sapu jagad…? Apa dan bagaimana perannya…?

Begitu populernya do’a ini. Sebuah do’a yang tertera dalam kitab suci Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 201. Di dalam kegiatan manasik haji, do’a ini menjadi idola para calon jamaah haji. Maklum dengan hafal do’a ini, konon akan mempermudah para jama’ah dalam melakukan aktivitas perjalanan hajinya.

Do’a ini mampu mengganti do’a-do’a lain, yang begitu banyak tersebar dalam setiap aktivitas di tanah haram. Begitu populernya do’a ini, sehingga setiap orang ketika melakukan do’a untuk memohon sesuatu kepada Allah, baik secara pribadi maupun secara kolektif, selalu ditutup dengan do’a ini.

QS. Al-Baqarah (2) : 200 – 202

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, atau berzikir lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Sungguh sangat layak do’a ini disebut sebagai doa ‘sapu jagad’ atau doa universal, sebab :

1. Jangkauannya kini & nanti (dunia & akhirat)

Apa yang diinginkan oleh do’a ini memiliki jangkauan yang sangat luas. Isi dalam do’a ini tidak menginginkan suatu yang bersifat materi, tetapi lebih kepada sesuatu yang memiliki makna lebih penting, lebih luas, lebih menyeluruh, dengan masa yang sangat panjang. Tidak terbatas pada kehidupan dunia saja tetapi, menjangkau pada kehidupan akhir yang lebih abadi, lebih kekal, dan lebih indah dibanding dengan kehidupan kini.

QS. Al-A’laa (87) : 16-17

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

QS. Qashash (28) : 77

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan, janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Meskipun urusan duniawi begitu kecilnya dibandingkan dengan urusan akhirat, tetapi tetap urusan duniawi jangan dilupakan. Karena melalui dunia inilah keberhasilan akhirat akan kita dapatkan.

2. Mengapa formulasinya dunia lebih dahulu? Apakah lebih penting dunia dibanding akhirat?

Seseorang bertanya dalam suatu diskusi agama.

“Apabila akhirat lebih penting, mengapa di dalam kita berdo’a, yang diucapkan lebih dahulu, atau yang diminta lebih dahulu adalah kebahagiaan dunia? Bukan kebahagiaan akhirat? Apa maksudnya??

Maka dengan bijaksana, sang ustadz-pun menjawab:

“Benar, bahwa akhirat itu memang lebih penting. Dengan didahulukannya sebutan dunia, bukan ‘berarti dunia yang lebih penting, tetapi justru akhirat-lah yang jauh lebih penting.?

Lanjut pak Ustadz :

“Rasul pernah mengatakan bahwa hidup ini bagaikan garis lurus. Jika anda yakin seperti apa yang disampaikan Rasulullah, maka sebenarnya dunia dan akhirat berada pada satu garis lurus. Artinya kita akan bertemu dengan akhirat setelah kita melalui dunia ini.?

Dengan kata lain, jika yang kita tuju hanya dunia saja, kita tidak akan bertemu dengan akhirat. Karena letaknya akhirat di ujung perjalanan. Sebaliknya jika yang kita tuju adalah kehidupan akhirat, kita pasti akan bertemu dan melewati dunia.” “Hal itu dikarenakan posisi dunia berada pada jarak yang lebih dekat, sementara akhirat berada pada penghujung perjalanan manusia….”

“…alhamdulillaah, saya mengerti ustadz, terima kasih…” jawab sang penanya.

3. Perbandingan dunia dan akhirat?

Selain masalah sebutan yang mendulukan dunia daripada akhirat, perbandingan dunia dan akhirat selalu saja menjadi bahan pembicaraan dalam setiap diskusi.

Kata seseorang peserta diskusi :

“Dunia ini begitu luasnya, bumi tak ada artinya dibanding dengan besarnya alam semesta raya yang sulit diukur batasnya. Lalu bagaimana dengan kehidupan akhirat nanti? Seberapa luas kehidupan akhirat nanti?”

Pak Ahmad, sebagai salah satu peserta diskusi mencoba menjawabnya :”…tentu kita tidak bisa mengukur secara pasti luasnya negeri akhirat, tetapi saya teringat kata rasulullah saw, bahwa perbandingan dunia dengan akhirat seperti setetes air yang jatuh dari ujung jari kita ke dalam samudera. Sementara air yang ada di samudera itulah akhirat nanti…!

Berarti benar-benar kehidupan dunia yang nampaknya luas dan besar ini, tidak ada artinya sama sekali, dibanding dengan kehidupan akhirat. Yang jauh lebih luas, jauh lebih kekal, jauh lebih abadi, dan jauh lebih indah…” Peserta diskusinya pun membenarkan pendapatnya.

Begitu pendapatnya disetujui oleh peserta lain, Ahmad pun membuka Al-Qur’an yang ada di tangannya, dan ia mengutip sebuah ayat Al-qur’an yang berbunyi :

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di ahirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

(QS. Al-Hadiid 57 : 20)

4. Digunakan sebagai penutup do’a

Disebut do’a sapu jagad, karena do’a ini telah disepakati oleh para ulama, bahwa berdo’a tanpa do’a ini rasanya tidak lengkap. Bahkan begitu populernya do’a sapu jagad ini, sampai seorang non Islam yang bekerja sebagai fotografer pada suatu acara pernikahan, ia hafal betul. Setelah pak ustadz membaca do’a “Rabbanaa aatina fiddunya hasanah…”ini, sang fotografer pun mengetahui bahwa do’a telah menjelang selesai. Dan ia siap bertugas untuk memotret acara berikutnya.

Pak Robert sang juru potret itu, ketika ditanya oleh seseorang yang kebetulan duduk di sebelahnya, mengapa ia mengetahui bahwa do’a pada acara itu sudah menjelang selesai? ia menjawab :

“wah, saya sudah hafal betul. Do’a sepanjang apa pun menurut pengalaman saya, jika sudah sampai pada do’a tersebut berarti do’a sudah hampir selesai.” Katanya.

5. Tidak berani minta surga

Satu hal yang perlu kita ingat dan kita renungkan, ialah bahwa dalam do’a ini kita tidak diajari untuk meminta surga. Sementara dalam kehidupan kita sehari-hari apabila kita bertanya pada setiap orang, apa yang mereka inginkan jika mereka berbuat baik? Mungkin lebih dari sembilan puluh persen mereka akan mengatakan minta surga. Tetapi do’a sapujagad ini, do’a yang paling dihafal oleh seluruh umat Islam ini adalah do’a yang di dalamnya tidak mengajarkan untuk minta surga. Ada apa gerangan? Mengapa?

Dari seluruh ayat Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat kata-kata surga, tidak satu pun ayat yang mengatakan bahwa manusia dengan perbuatan baiknya yang telah dilakukan ketika hidup di dunia, dengan sendirinya ia akan masuk surga. Tetapi yang ada di dalam Al-Qur’an ialah bahwa Allah-lah yang akan memasukkan surga kepada siapa yang dikehendakiNya. Allah menggunakan kekuasaanNya, dan akan memasukkan surga kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Surga adalah milik Allah. Surga adalah sebuah hadiah dari Allah bagi orang yang berhasil dalam perjuangannya ketika di dunia.

Surga adalah tempat kenikmatan yang diberikan oleh Allah Swt. Surga bukan ada dengan sendirinya. Surga bukan tujuan akhir bagi seorang hamba. Sebab tujuan akhir dari perjalanan manusia adalah Allah Swt. Dzat Yang Maha Indah, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana, Raja di hari kemudian, Dialah Allah Azza walla, Dzat Yang Maha segala Maha…. Yang hanya kepadaNya semua akan kembali.

QS. At-Taubah (9) : 21

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

QS. An-Nisa’ (4) :13

Hukum-hukum tersebut itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.

QS.Al-Insan (76) : 31

Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

6. Yang diminta dalam do’a sapu jagad

Dalam do’a tersebut yang diharapkan dan diminta oleh seorang hamba kepada Tuhannya ada tiga aspek utama. Yang hal tersebut secara eksplisit lebih dipentingkan dari pada surga.

1. Dunia yang Khasanah

Apakah dunia yang khasanah itu? Dunia yang khasanah adalah kehidupan dunia yang menentramkan hati, yang menjadikan jiwa menjadi tenang dan damai. Merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Bisa sabar terhadap ujian dan cobaan yang menimpa, serta selalu bersyukur terhadap nikmat yang yang diberikan.

QS. Al-Fajr (89) : 27-30

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.

2. Akhirat yang Khasanah

Apakah akhirat yang khasanah itu? Kehidupan di hari akhir nanti tak ada pilihan lain kecuali surga atau neraka. Surga adalah tempat balasan bagi orang-orang yang berhasil dalam kehidupannya. Ia telah sukses menjalankan perintah Allah, dan dengan rela ia meninggalkan larangan-laranganNya.

Sementara neraka adalah tempat siksa bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah. Mereka selalu melakukan perbuatan yang dilarangNya dan tidak pernah menjalankan apa yang diperintahkanNya.

Di alam akhirat nanti, orang-orang yang mendapatkan akhirat khasanah, mereka betul-betul bahagia. Selain mendapatkan surga yang telah dijanjikan Allah, mereka juga bertemu dengan Allah swt dalam keadaan bahagia.

QS. Al-Hasyr (59) : 20

Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.

QS.Al-Kahfi (18) : 31

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat-istirahat yang indah;

QS. Ali-Imran (3) : 12

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”.

3. Terhindar dari siksa api neraka

Neraka, adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Demikian informasi dari Al-Qur’an al Karim. Bahkan bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu. uih, begitu menggiriskan…tentu saja sebagai hamba yang beriman kita mohon untuk dihindarkan dari siksa neraka ini. Karenanya do’a sapu jagad tersebut, betul-betul do’a yang tepat, yang universal, yang dipakai untuk penutup dari segala do’a.

QS. Ali-Imran (3) : 10

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

QS. Ali-Imran (3) : 192

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

7. Yang penting adalah mendapat ampunanNya

Mohon ampun adalah salah satu sifat dari orang yang taqwa. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa yang selalu mohon ampunan Allah

QS. An-Nisa’ (4) : 106

dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. An-Nisa’ (4) : 110

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. Ali-Imran (3) : 17

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Bahkan mohon ampun di waktu malam (waktu sahur), merupakan salah satu ciri istimewa bagi orang yang bertaqwa. Bangun di waktu sepertiga malam ketika sebagian besar manusia terlelap dalam tidurnya, seorang hamba yang bertaqwa bangun dari tidurnya. Bergegas ia ke kamar mandi mengambil air wudhu. Dibasuhnya semua perilaku yang salah, melalui tangannya. Dibasuhnya ucapan yang sering khilaf melalui mulutnya. Dibasuhnya pandangannya, dibasuhnya nafasnya, dibasuhnya fikirannya… Dan akhirnya dibasuhnya kedua kakinya dengan maksud agar langkah kakinya yang sering tak terarah itu menjadi bersih, suci, untuk menghadap sang Ilahi.

Dan akhirnya setelah semua anggota wudhu’ sudah dibasuhnya dengan khusyu, ia mengangkat kedua tangannya untuk bermunajat kepada Allah:

“Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammad abduhu warasuluhu. Allahummaj’alni minattawwabina, waj’alni minal mutathahhiriina.” (HR. Attirmidzi)

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku sebagai golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci.

Dengan wudhu yang semacam itu, maka terasa begitu lapang dada ini. Maka ketika seorang hamba mengangkat kedua tangannya untuk memulai shalat, yaitu ketika takbiratul ihram, niscaya hatinya akan terfokus hanya untuk Allah semata. Bacaan saat itu terasa menggetarkan dada. Dan insya Allah, Allah Swt sebagai Dzat Yang Maha Pengampun akan memaafkan segala kesalahan hambaNya.

Ampunan adalah kunci surga. Tak ada seorang pun yang bisa masuk surga tanpa ampunanNya. Sebab manusia selalu berpeluang untuk melakukan kesalahan.

Seorang yang mendapatkan ampunanNya insya Allah jalannya akan lurus. Dan insya Allah akan mendapat kesuksesan dalam hidupnya. Baik di dunia ini lebih-lebih dalam kehidupan akhirat nanti.

Sungguh tak seorang pun yang bersih dari khilaf dan salah. Manakala seorang hamba terlanjur berbuat salah, maka mohon ampun itulah obat mujarabnya. Dengan bertaubat sebenar-benarnya taubat, insya Allah terbukalah hijab yang menutupi hatinya. Karena hijab inilah yang membuat manusia menjadi tertutup nuraninya, sehingga sering berbuat salah. Dan Allah pun, insya Allah akan memberikan ampunan yang tiada terhingga itu, untuk hamba yang dicintaiNya.
Inspirasi Knowledge offtopic

Malaikat Yang Menjaga Orang Sakit

ilustrasi orang sakit
Seorang artis di sebuah perhelatan kontes nyanyi mengatakan bahwa “sakit itu tidak profesional.” Well, berlepas dari bahwa kita dilingkupi berbagai pekerjaan dan kegiatan lainnya, sakit adalah sunatullah, ketentuan dari Allah swt yang ditimpakan pada manusia.

Memang betul, tidak ada yang menginginkan jadi sakit.  Tapi dalam Islam, seperti kita tahu, ada banyak hal yang tersembunyi di balik kondisi itu.

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah swt pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Sakit, dalam bentuknya yang lain, itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”

Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :

“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

Allah memerintahkan :

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.

3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

Alhamdulilah Allah sangat Sayang sekali kepada hambanya.
Inspirasi

10 Orang Yang dijamin Masuk Syurga

pohon
Dari Abi Dzar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW masuk ke rumah Aisyah ra. dan beliau bersabda, “Wahai Aisyah, maukah kamu kuberikan kabar gembira? Ayahmu (Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.) di surga, temannya adalah Nabi Ibrahim as. Umar di surga dan temannya adalah Nabi Nuh as., Utsman di surga dan aku temannya. Ali di surga dan temannya adalah Yahya bin Zakaria. Thalhah di surga dan temannya Nabi Daud as. Az-zubair di surga dan temannya Nabi Ismail as. Sa’d bin Abi Waqqash di surga dan temannya Nabi Sulaiman bin Daud. Said bin Zaid di surga dan temannya Musa bin Imran. Abdurrahman bin Auf di surga dan temannya Isa bin Maryam. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah di surga dan temannya Idris as. Wahai Aisyah, aku junjungan para nabi, ayahmu shiddiqin yang paling utama dan kamu adalah ummul mukminin.”

1. ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anhu (RA) adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Beliau sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, ke manapun Nabi pergi, beliau selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko.
Sejak remaja, Abu Bakar telah bersahabat dengan Nabi. Belia juga orang yang pertama memeluk Islam. Tidak sulit baginya untuk mempercayai ajaran Islam, kerana beliau tahu betul keagungan ahklak Rasulullah.

Demikian juga saat Nabi menyampaikan peristiwa Isra Mi'raj. Abu Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, beliau diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq ( yang benar, jujur, dan membenarkan ). Abu Bakar wafat dalam usia 63 tahun ( 13 hijriah ). Beliau dimakamkan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah.

2. 'UMAR BIN KHATTAB

'Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua. Beliau termasuk sahabat yang sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, beliau dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa dan sering mabuk. Seluruh penduduk Makkah merasa takut kepadanya.
'Umar memeluk Islam setelah mendengar surat Thoha yang dibacakan saudara perempuannya. Dia sangat keras dalam membela agama Allah. Beliau menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat.

Saat 'Umar diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah. Kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditakluk dalam kurun waktu satu tahun (636-637M). Pemimpin yang sederhana dan peduli pada rakyatnya ini, wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat (23 H/644 M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.

3. 'USTMAN BIN AFFAN

'Ustman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya,beliau berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al-Qur'an. 'Ustman bin Affan masuk Islam lewat ajakan Abu Bakar. Beliau mendapat gelaran Dzun Nur 'Ain ( pemilik dua cahaya ), kerana menikahi dua putri Nabi, Ruqqayah dan Ummu Kultsum.

'Ustman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Beliau selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berlakunya peperangan Tabuk, 'Ustman menyumbang lebih daripada 940 ekor unta, kemudian membawa 60 ekor kuda untuk menggenapinya menjadi 1000. 'Ustman wafat pada tahun 35H atau 655M.

4. 'ALI BIN ABI THALIB:

'Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Ali terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada saat
peristiwa hijrah, 'Ali tidur di atas tempat tidur Nabi. Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di dalam rumah. 'Ali wafat pada tahun 40 Hijrah, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah shalat shubuh. Beliau meninggal dalam usia 63
tahun dan memegang jawatan khalifah selama 4 tahun 9 bulan. Beliau di makamkan di Kufah, Irak.

5. THALHAH BIN ADDULLAH

Thalhah bin Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Beliau berasal daripada suku Quraisy.
Saat berlakunya perang Uhud, Thalhah telah ikut serta. Dalam peperangan tersebut beliau menderita kerana
luka parah. Dia menjadikan dirinya sebagai sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan mengenai diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus. Thalhah wafat pada 36 H atau 656 M. Beliau syahid ketika mengikuti perang Jamal.

6. ZUBEIR BIN AWWAM

Zubeir bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya pada saat itu baru berumur 15 tahun. Pembelaannya terhadap Islam begitu nyata. Zubeir tidak pernah tertinggal dalam berbagai pertempuran bersama kaum muslimin. Beliau selalu berada di barisan hadapan medan peperangan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan. Beliau sangat dicintai Rasulullah. Ketika terjadi perselisihan faham di antara kaum muslimin, Zubeir tidak sedikitpun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya. Zubeir ditikam ketika sedang menghadap Allah, beliau wafat pada tahun 36H atau 656M.

7. SA'AD BIN ABI WAQQAS

Sa'ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika belia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan belia ikuti.

Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam untuk mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa'ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajalnya, ancaman itu tetap tidak dihiraukan oleh Sa'ad. Beliau tidak menjual keyakinannya dengan apapun, sekalipun dengan nyawa ibunya.
Pada zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khatab, Sa'ad diangkat sebagai panglima tentera. Sa'ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 676M). Beliau di makamkan di tanah Baqi'

8. SA'ID BIN ZAID

Sa'id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk Islam bersama-sama isterinya, Fathimah binti al-Khattab, adik perempuan 'Umar bin Khattab. Sa'id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmat kepada Islam. Ketika memeluk Islam usianya belum genap 20 tahun.
Sa'id turun berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Beliau juga turut bersama kaum muslimin menjatuhkan dan meruntuhkan pemerintahan [singasana] Kisra Persia. Sa'id pernah diperintahkan Rasulullah mengintip aktiviti musuh. Beliau wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M) dan di makamkan di Baqi' Madinah.

9.'ABDURRAHMAN BIN 'AUF

'Abdurrahman bin 'Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Beliau termasuk di antara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah hasil aktiviti perniagaan. Kejayaannya tidak membuat beliau lupa diri, sebaliknya beliau selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Bahkan saat dia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat sedekahnya makin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 kuda perang, dan 1.500 ekor unta beliau sumbangkan untuk perjuangan Islam. Abdurrahman sempat berhijrah ke Habsyah sebanyak 2 kali. Beliau wafat pada
umur 72 tahun(32H atau 652M) di Baqi'.

10. ABU 'UBAIDAH BIN JARRAH

Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu 'Ubaidah. "Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah," begitu kata Rasulullah. Abu 'Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku.
Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddik pada awal kerasulan nabi Muhammad SAW. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan?” Beliau menjawab, Barangsiapa yang taat kepadaku dia masuk surga dan barang siapa yang melanggar perintahku dia tidak mau.” (HR. Bukhari)


Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/5136db3005346a603400000e/10-orang-yang-dijamin-masuk-syurga/
Al-Hadits Inspirasi

Jawaban Sederhana Seorang Tukang Bakso

sunset
Di suatu senja sepulang kerja, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, setelah hampir satu jam saya membersihkan dan menyirami tanaman, terdengar suara tukang bakso dorong lewat.

Sambil menyeka keringat, saya panggil tukang bakso itu dan saya memesan beberapa mangkok bakso, setelah saya tanya anak-anak juga pada mau makan bakso.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya, ada satu hal yang menggelitik fikiran saya selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya, dimana yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet dan yang lainnya disimpan di kaleng bekas kue semacam kencleng, atas rasa penasaran lalu saya bertanya :

"Mas kalau boleh tahu, kenapa uang-uang itu Mas pisahkan, barangkali ada maksud dan tujuan ?", kata saya.

Tukang bakso menjawab : "Iya Bu, selama 17 tahun saya menjadi tukang bakso, setiap hari saya selalu memisahkannya, ya tujuannya sederhana saja, saya hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain atau tempat ibadah dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman ".

Mendengar jawaban seorang tukang bakso itu saya benar-benar terkejut dan saya melanjutkan bertanya.

"Maksudnya Mas .. .?",

Sambil bersandar di tembok pagar rumah saya tukang bakso itu menjawab : "Iya Bu, kan agama dan Allah menganjurkan Kita agar bisa berbagi dengan sesama, dan saya membagi 3, dengan pembagian :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari saya dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban, dan Alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam dan Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji dan ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar maka saya berunding dengan istri dan istri menyetujui bahwa disetiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, saya harus menyisihkan
sebagian penghasilan sebagai tabungan haji, dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan Ibadah haji.

Terus terang sedikitpun saya tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari seorang tukang bakso, hati saya benar-benar sangat tersentak juga tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki Pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu dan seringkali berlindung di balik kata tidak mampu atau belum ada rezeki.

Sahabat ....

Terus saya melanjutkan pertanyaan :

"Iya memang itu bagus Mas, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya .....". kata saya.

Tukang bakso menjawab : "Itulah sebabnya Bu, saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini, karena definisi mampu itu bukan hak Pak RT atau Pak RW, bukan hak Pak Camat ataupun MUI. Definisi "mampu" adalah sebuah Definisi dimana Kita diberi kebebasan untuk mendefinisikann ya sendiri, kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu, sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya, Allah akan memberi kemampuan pada Kita".

Subhanallah, betapa mulianya tukang bakso ini, sama sekali saya tidak menyangka akan mendengar sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso, yang tentunya patut kita semua contoh.

Sahabat ....
Obrolan singkat saya dengan tukang bakso yang sederhana ini, semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Aamiin.


Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/51a6ba09db9248e14c000011/inspiratif--jawaban-sederhana-seorang-tukang-bakso/
Inspirasi offtopic

Belia Kufah Pembawa Pesan Ukhuwah

khalifah
Lebih dari seribu tahun yang lalu di perbatasan Basrah berhenti sebuah kafilah pasukan para sahabat Nabi yang mulia, Kuda-kuda ditambatkan. pejalan-pejalan kaki diistirahatkan. tapi, lihat apa yang dilakukan sang Komandan, ia turun dari kudanya berdiri menghadap Ka'bah yang berada di seberang sahara. Ia mengangkat tangannya berkali-kali ..Allahu Akbar Allahu Akbar.. duduk dan berdiri, rukuk dan sujud.

Ia rebahkan pipinya air mata mengalir membasahi pasir yang kering dalam desah nafas dan isakan kepedihan

"Ya Allah Pemelihara langit dan yang dinaunginya pemelihara bumi dan yang ditumbuhkannya Pemilik Arasy yang Agung. Inilah Basrah, kumohon kebaikan kota ini, lindungi aku dari kejelekannya, masukkan aku ke tempat yang baik. Bukankah Engkau sebaik-baiknya yang menempatkan orang. Ya Allah Mereka berontak kepadaku, mereka tentang aku Mereka putuskan bai'at kepadaku. Ya Allah Peliharalah darah kaum Muslimin."

Ali bin Abi Thalib bukan komandan baru pasukan mukminin. Di Badar, Uhud, Khaibar dan lain-lain ia tak pernah ragu dalam menyerbu ia tak pernah mundur, karrar ghair farrar.

Di setiap pertempuran tubuhnya penuh luka sayatan pedang, ia tidak pernah menangis, ia tegar kekar sebagai Haidar Sang Singa.

Tapi kini ia menangis ia pandangi Basrah seakan melihat Kota Musibah, ia gumamkan kata-kata duka "Tuhan, peliharalah darah kaum muslimin."

Pasukan pembangkang datang dengan gemerincing tombak dan pedang. Ali berdiri mematung pedangnya bergantung, ia tidak segera menyambut musuh, Ali yang tegar kini ragu dan lesu "Temui mereka ajak bersatu kembali hindari pertumpahan darah," katanya kepada Abdullah bin Abbas.

Ke tengah-tengah musuh yang meradang Ali meneriakkan pesan perdamaian Ia mengangkat Al-Qur'an memandangi pengikutnya, dan air mata itu masih menggelegak di pelupuk matanya,

"Adakah di antara kalian yang mau membawa mushaf ini ke tengah-tengah mereka Sampaikan pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an. Jika pedang memotong tangannya yang satu peganglah Al-Qur'an dengan tangan yang lain, jika tangan itupun terpotong gigit Al-Qur'an dengan gigi-giginya sampai ia terbunuh Sampaikan pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an"

Seorang pemuda Kufah bangkit menawarkan dirinya dengan kepolosan remaja belia. Ali yang tegar kini ragu dan lesu, ia mencari yang lebih tua tetapi tidak ada. Ia serahkan Al-Qur'an ke tangan yang lembut dan indah"Bawalah Al-Qur'an ini ke tengah-tengah mereka Sampaikan pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an, katakan jangan tumpahkan darah kami dan darah kalian."

Ia melejit ke depan musuh mengangkat Al-Qur'an dengan kedua tangannya "Atas nama Al-Qur'an pelihara darah kami dan darah kalian."Di depan pasukan demi pasukan ia mengangkat Al-Qur'an"Atas nama Al-Qur'an pelihara darah kami dan darah kalian."

Pedang menebas tangan kanannya ia angkat Al-Qur'an dengan tangan kirinya "Atas nama Al-Qur'an pelihara darah kami dan darah kalian." Pedang menebas tangan kirinya ia ambil Al-Qur'an dengan gigi-giginya Matanya yang jernih masih menyorotkan pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an Dagunya diangkat ke atas dan darah menyiram seluruh tubuhnya, pedang menebas lehernya, darah membasahi tubuhnya, Al-Qur'an dan tanah di bawahnya. Pejuang perdamaian dan ukhuwah terbujur bersimbah darah Ali menggumamkan doa pilu di sampingnya "Ah, sampai juga saatnya kita harus berperang."

Sejak itu, abad demi abad kaum muslimin dicabik-cabik perpecahan, bahkan tak jarang darah dengan sia-sia ditumpahkan.
Inspirasi kisahsufi

Kisah Imam Ali & Sayyidina Umar

pohon
Pada masa pemerintahan Umar bin Khathab,. terjadilah suatu peristiwa yang menyangkut diri seorang wanita. Wanita itu didapati melahirkan anak, padahal, menurut pengakuannya, ia baru hamil 6 bulan.

Mendengar, penutuan itu, Umar tidak percaya begitusaja. Umar berpendapat bahwa wanita tersebut pasti telah berbohong.

“Mana mungkin orang yang baru menikah melahirkan anak dari kandungan yang berumur 6 bulan?” begitu ia berfikir, barangkali Karenanya, Umar berpendapat bahwa wanita tersebut pastilah telah hamil terlebih dahulu sebelum menikah, alias telah berzinah. Atas dasar pertimbangan itu, Khalifah memutuskan untuk menghukum rajam wanita tersebut.

Sebelum hukuman dilaksanakan, Imam Ali yang secara kebetulan sedang lewat, menghentikan langkahnya karena melihat orang-orang sedang berkerumun, termasuk didalamnya adalah Umar. Kepada Imam Ali diceritakanlah kasus yang terjadi.

Mendengar penuturan Umar, Imam Ali kemudian berkata: “Astaga…apakah engkau akan menentang firman Allah yang berkata: ”Ibunya mengandung dan menyusui selama tiga puluh bulan.’ Pada ayat lain Allah berfirman: ‘Dan hendaklah para ibu itu menyusui anaknya dua tahun lamanya, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusunan.”

Kalau mengandung dan menyusui adalah tiga puluh bulan, sedang menyusui saja adalah dua tahun, alias dua puluh empat bulan, maka orang yang melahirkan anak dengan usia kandungan enam bulan adalah mungkin terjadi berdasarkan firman Allah tersebut, yakni tiga puluh dikurangi dua puluh empat bulan. Sungguh tepat sekali usia kandungan wanita itu!”

Semua yang hadir tertegun mendengar penuturan Imam Ali tersebut. Mereka merasa lega karena belum sampai menjatuhkan hukuman secara salah. Umar sendiri menjadi orang yang paling lega karena terhindar dari kesalahan yang besar. Dan wanita itu pun dibebaskan.
Inspirasi kisahsufi

Wejangan Inspiratif : Orang Kaya yang Kaya

cinta
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Sahabatku, sungguh beruntung orang kaya yang kaya. Kaya akan harta dan hati. Kita terkadang melihat seseorang kaya karena banyaknya harta, mewahnya rumah dan bagusnya mobil. Pernahkah kita menilai orang yang miskin (papa) disebut kaya? Kita telah melupakan definisi kaya yang hakiki; karena itu kekayaan seseorang tidak bisa diukur dari sisi hartanya, melainkan dari segi maknanya.

Tidak sedikit kita menemukan bahwa orang yang memiliki kekayaan dinilai dari dunia. Padahal kekayaan yang sesungguhnya adalah kaya dengan ilmu. limu adalah kekayaan yang nilainya lebih tinggi dari materi, bahkan Allah meninggikan orang yang berilmu beberapa derajat. Karena orang yang berilmu akan dihargai daripada orang yang tidak berilmu. Ini definisi pertama dari orang kaya yang kaya. Kedua, orang kaya yang memiliki hati (yang) ikhlas, lapang, Seseorang yang diberi kekayaan dengan cinta yang lapang dan ikhlas akan merasakan sendiri kenikmatannya.

Artinya, yang kaya bukanlah yang memiliki banyak materi melainkan yang memiliki hati yang ikhlas dan lapang. Ketiga, seseorang yang memiliki kekayaan berupa anak shaleh dan shalehah. Anak yang shaleh dan shalehah merupakan aset terbesar bagi orangtua. Dalam hadits dikatakan bahwa, jika anak Adam telah meninggal, maka putuslah semua amalnya; kecuali tiga perkara yaitu shadaqah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh. Keempat, adalah kaya dengan infak/shadaqah. Karena ia yakin bahwa setiap harta yang digunakan di jalan Allah tidak akan berkurang, dan bahkan akan bertambah, bertambah, dan bertambah. Dengan infak itulah rezeki kita akan menambah berat pahala di hari perhitungan nanti.

Saudaraku, marilah jadikan diri kita menjadi orang kaya “yang kaya” dan orang miskin “yang kaya”. Yakni kaya dengan ilmu, hati, anak shaleh-shalehah, dan kaya dengan infak/shadaqah. Karena hal itulah yang menjadi sumber kebahagiaan yang akan kita peroleh, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak.
Inspirasi wejangan

Wejangan Gambar Lucu, Penuh Makna

Wejangan atau bisa disebut juga dengan sebuah pesan yang bertujuan untuk menasehati tidak selalu identik dengan kata-kata mutiara ataupun kata-kata bijak. Berikut ini ada beberapa gambar-gambar lucu namun memiliki pesan-pesan yang terkandung didalamnya sehingga bisa diartikan juga dengan Wejangan Lucu Tapi Penuh Makna.

Gambar-gambar lucu berikut ini hasil searching dari mbah Google yang tidak lain adalah hasil karya dari Saudara Aceng Watanabe.

Berikut diantaranya:
Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Gambar Lucu

Terimakasih kepada Saudara Aceng Watanabe, Karyanya sangat inspiratif. Pesan-pesan yang terkandung didalamnya mudah dipahami dan sangat mengena. Semoga dapat menghibur sekaligus memberikan inspirasi.
Inspirasi wejangan

Wejangan Spiritual Imam Ali bin Abi Thalib as.

love islam
Allah mewajibkan iman untuk menyucikan diri dari kemusyrikan. (Mewajibkan) shalat untuk membersihkan diri dari kesombongan. Zakat sebagai sebab mendatangkan rezeki. Puasa sebagai ujian untuk keikhlasan seorang hamba Allah. Haji sebagai sar-ana pendekatan diri kepada agama. Jihad untuk kemuliaan Islam. Mengajak kepada kebaikan sebagai kemaslahatan untuk orang banyak (masyarakat).

Islam melarang perbuatan mungkar untuk mencegah kejahatan orang-orang bodoh. Menyambung silaturahim untuk menambah bilangan penduduk. Qishash untuk mencegah pembunuhan. Pelaksanaan hudud (hukuman) untuk memuliakan hal-hal yang dilarang. Meninggalkan minuman khamar untuk menjaga akal. Menjauhkan diri dari pencurian untuk menjaga kehormatan diri. Meninggalkan zina untuk membentengi nasab.

Kesaksian untuk mengalahkan bantahan. Meninggalkan dusta untuk mensyariatkan kebenaran. Perdamaian sebagai keamanan dari ancaman. Menyampaikan amanat sebagai peraturan bagi umat. Ketaatan sebagai pengagungan atas kepemimpinan.

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian beberapa kewajiban (keagamaan), maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Dia telah menentukan kepada kalian hukum, maka janganlah kalian melanggarnya. Melarang atas kalian beberapa perkara, maka janganlah kalian memberanikan diri menceburkan diri ke dalamnya. Dan Dia telah mendiamkan bagi kalian banyak hal, bukan karena lupa, maka janganlah kalian menyusahkan diri kalian dengan membahasnya.

Shalat adalah sarana pedekatan (kepada Allah) bagi setiap orang yang bertakwa, sedangkan haji adalah jihad setiap orang yang lemah. Bagi segala sesuatu ada zakatnya, sedangkan zakat badan adalah puasa. Dan jihad kaum wanita adalah setia kepada suaminya.
Tidak ada pendekatan diri (kepada Allah) dengan melaksanakan ibadah yang sunnah jika hal itu memudaratkan ibadah yang wajib.
Sesungguhnya bagi hati ada saat-saat menerima (giat) dan ada pula saat-saat malas. Maka, ketika ia sedang menerima, bebankanlah padanya ibadah-ibadah yang sunnah. Akan tetapi, ketika ia malas, cukupkanlah padanya ibadah-ibadah yang wajib.

Sumber: www.balaghah.net
Inspirasi wejangan

Wejangan Spiritual Imam Ali bin Abi Thalib as.

Wejangan Tentang Hati - Imam Ali bin Abi Thalib as.
Bagi yang membuang2 waktu, hidup ini selalu terasa membosankan. Bagi yang menghargai waktu, hidup ini selalu terasa seru. Hidup adalah suatu pilihan. Bersikaplah bijaksana dengan pilihanmu hari ini, supaya kamu tidak perlu menyesalinya besok.

Wejangan Tentang Hati - Imam Ali bin Abi Thalib as.

Yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah hatinya, padahal ia merupakan sumber hikmah sekaligus lawan kontranya :

Jika timbul harapan, maka ia ditundukkan ketamakan, ia akan dibinasakan oleh kekikiran.
Jika ia telah dikuasai keputus-asaan, penyesalan akan membunuhnya.
Jika ditimpa kemarahan, menjadi keras kepalalah ia.
Jika sedang puas, ia alpa menjaganya.
Jika dilanda ketakutan, dia disibukkan oleh kehati-hatian.
Jika sedang dalam kelapangan (kaya), bangkitlah kesombonganya.
Jika mendapatkan harta, kekayaan menjadikannya berbuat sewenang-wenang.
Jika kefakiran menimpa, ia tenggelam dalam kesusahan.
Jika laparnya menguat, kelemahan menjadikannya tidak mampu berdiri tegak.

Dan jika terlampau kenyang, perutnya akan mengganggu kenyamanannya. Sesungguhnya setiap kekurangan akan membahayakan dan setiap hal yang melampaui batas akan merusak dan membinasakan.
Ada empat hal yang mematikan hati, yaitu: dosa yang bertumpuk-tumpuk, (mendengarkan) guyunon orang tolol, banyak bersikap kasar dengan kaum perempuan dan duduk bersama orang-orang mati.Mereka bertanya , “Siapakah orang-orang mati itu, wahai Amirul Mu’minin?”Imam ‘Ali, kw, menjawab, “Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang dalam kemewahan.”

Ketahuilah! Sesungguhnya diantara bencana ada kefakiran, yang lebih berat daripada kefakiran adalah penyakit badan dan yang lebih berat daripada penyakit badan adalah penyakit hati. Ketahuilah! Sesungguhnya di antara kenikmatan adalah banyak harta, yang lebih utama daripada banyak harta adalah kesehatan badan dan yang yang lebih utama daripada kesehatan badan adalah ketaqwaan hati.

Tanyalah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap.
Sebaik-baik hati adalah yang paling waspada menjaganya.

Nyalakan hatimu dengan adab, sebagaimana nyalanya api dengan kayu bakar.

Harta simpanan yang paling bemanfaat adalah cinta hati.

Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliannya. Sebab jika hati itu dipaksakan, ia akan buta.

Sesungguhnya hati mengalami kejemuan, sebagaimana jemunya badan. Maka, berikanlah padanya anekdot-anekdot hikmah.

Jika engkau ragu dalam hal kecintaan seseorang, maka tanyakanlah hatimu.


sumber: www.balaghah.net
Inspirasi wejangan

Wejangan Inspiratif: Antara Usia dan Dosa

Oleh: Dr A Ilyas Ismail

Fudhail bin Iyadh merupakan salah seorang sufi yang hidup semasa dengan Khalifah Harun al-Rasyid.

Suatu hari, ia berjumpa seorang kakek tua yang sedang bersandar di tongkatnya. Fudhail bertanya, “Berapa usia tuan?”

Sang kakek menjawab, “Enam puluh tahun.”

Fudhail bertanya lagi, “Apakah usia 60 tahun tuan gunakan untuk  ketaatan kepada Allah? Tuan hampir sampai,” (menemui ajal),” ujarnya.

Mendengar hal itu, sang kakek itu menangis tersedu-sedu. Ia berkata, “Aku galau. Umurku terbuang percuma. Aku banyak melakukan dosa. Aku pun tak tahu, apa yang akan Allah perbuat untukku.”

Inspiratif: Usia dan Dosa

Mendengar ungkapan tulus itu, Fudhail menawarkan solusi. “Mau aku beri tahu jalan keluarnya? Pergunakan waktu tersisa untuk kebaikan, niscaya Allah SWT mengampuni kesalahan yang telah lalu,” kata Fudhail.

Dialog ini sangat inspiratif dan mendorong kita untuk merenung. Paling tidak ada tiga hal penting dalam hidup ini, yaitu usia, dosa, dan amal saleh sebagai bekal atau persiapan menyongsong kematian (al-isti`dad li yaum al-ma`ad).

Pertama, usia. Usia adalah waktu yang disediakan Tuhan untuk ibadah (QS Al-Furqan [25]: 62). Waktu terus berputar dan berlalu begitu cepat. Hari, bulan, dan tahun pun berganti. Lantas, apakah usia (waktu) yang kita miliki dipergunakan untuk kebaikan?

Inilah pertanyaan Fudhail yang mesti kita renungkan. Nilai usia tidak terletak pada jumlah (kuantitas)-nya, tetapi pada kualitas dan keberkahannya. “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya.” (HR Tirmidzi dan Ahmad dari Abi Bakrah).

Kedua, dosa. Manusia, pada umumnya, lebih mengingat kebaikan daripada dosa dan kesalahannya. Tapi, perlu diketahui, bahwa Allah SWT tak pernah lupa. Dia terus mencatat dosa manusia, dan memperlihatkannya kelak di hari Kiamat. (QS al-Mujadilah [58]: 6).

Supaya tidak mudah lupa dengan dosa yang kita lakukan, Imam Ghazali menyarankan agar kita melempar batu kecil (kerikil) di halaman rumah setiap kali melakukan dosa. Jika hal itu dilakukan, demikian al-Ghazali, maka boleh jadi, dalam waktu tidak terlalu lama, kerikil itu akan menumpuk dan menggunung.

Untuk menghapus dosa ini, maka cara yang harus dilakukan adalah bertaubat. Taubat berasal dari kata taba yang berarti kembali ke jalan yang benar dengan cara berhenti melakukan dosa, baik yang besar maupun kecil.

Taubat adalah akses yang disediakan Tuhan bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan-Nya. Bagi mereka yang bertaubat, Allah menyediakan pahala dan ampunan. (QS al-Furqan [25]: 70-71).

Ketiga, amal saleh. Secara harfiah, amal saleh bermakna kerja atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan. Amal saleh adalah moode of existence atau cara beradanya manusia.

Manusia dipandang benar-benar eksis, bila ia bekerja dan berbuat kebajikan. Tanpa kerja (amal saleh), ia sama dengan tidak ada. Itu sebabnya, amal saleh menjadi satu-satunya faktor yang mempermudah jalan menuju Allah.

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya." (QS al-Kahfi [18]: 110). Wallahu a`lam.


***
republika.co.id
Inspirasi wejangan

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business sites:

  • panda
  • disney
  • starbucks
  • cocacola
  • un
  • nba
  • Don't miss new products

    Subscribe here to get our newsletter in your inbox, it is safe and EASY!

    Copyright © Wejangan Hidup™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.