"Islam dan Kesehatan", Perintah Khitan

"Islam dan Kesehatan", Perintah Khitan
Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan "Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi" (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Perintah ini untuk pertama kalinya tercatat dalam sejarah yaitu dimulai oleh Nabi Ibrohim. Nabi Ibrohim ini adalah Nabi yang sangat dekat dengan Allah. Kehidupan Nabi Ibrohim penuh pergolakan di karenakan dalam hidupnya nabi ini berada di lingkungan penyembah batu, pohon dan patung. Bahkan ayah Nabi pun adalah pembuat patung untuk di jadikan sesembahan. Hingga raja pada sa'at itu sangat marah dan memerintahkan aparatnya untuk membakar Beliau.

Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan/sunat ketika berumur 80 tahun... (H.R. Bukhari)

Hikmah Khitan :
  • Mencegah penumpukan smegma, yaitu zat lengket, berwama putih yang sering berbau tidak sedap di lipatan kulit kulup.
  • Sunat juga dapat mengurangi sisa-sisa kotoran yang ada di sekitar kepala penis dan lipatan kulit.
  • Pria yang disunat lebih higienis, memudahkan pembersihan.
  • Memperlama hubungan badan, karena kulit kulup yang sensitif sudah dibuang.
  • Menghindari ED, karena tingkat kesensitifan kepala penis berkurang akibat terbiasa kontak dengan kain celana dalam.
  • Menghindari penyakit akibat jamur dan berbagai penyakit infeksi lainnya.
  • Mencegah penyakit berbahaya AIDS, cepatnya penis mengering setelah kontak seksual, mempersingkat harapan hidup HIV di penis setelah kontak seksual dengan pasangan dengan HIV-positif.

Dari Utsaim bin Kulaib dari ayahnya dari datuknya, bahwa dia datang menemui RasuluLlah S.A.W dan berkata, “Aku telah memeluk Islam. Maka Nabi pun bersabda, “Buanglah darimu rambut-rambut kekufuran dan berkhitanlah ( sunatlah).” [HR Ahmad, Abu Daud dan dinilai Hasan oleh al-Albani].

Dari az-Zuhri, bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa masuk Islam, maka berkhitanlah/bersunatlah walaupun sudah dewasa.” (HR Ibn Qayyim).

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2013. wejangan.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template Proudly powered by Blogger