Tentang Kasih Sayang

Tentang Kasih Sayang
Sebuah cerita tentang arti kasih sayang...

Dikisahkan... Tinggalah seorang ibu bersama dengan seorang anaknya, pada sebuah rumah yang sangat sederhana. Setiap hari sang ibu tersebut disibukan dengan aktifitasnya dalam membrikan kasih sayang. Sang ibu rela berjualan makanan demi kelangsungan hidupnya dan sang anak tersayang.

Pada suatu ketika, ibu tersebut mendapatkan pesanan makanan untuk sebuah acara. Selang beberapa waktu pesanan pun telah selesai, maka diantarlah pesanan makanan itu. Betapa bahagianya sang ibu tersebut karena masakannya itu ternyata untuk acara perpisahan guru SD dimana anaknya bersekolah.

Ketika menghantarkan makanan tersebut, sang ibu melihat anaknya yang sedang bermain. Dengan riang gembira sang anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Sang ibu pun menghampiri anaknya, bermaksud menyapa dan memberikan uang saku yang tadi pagi lupa dibawa. Tapi maksud ibu tersebut ternyata disambut dengan sikap yang tidak mengenakan oleh teman-teman anaknya. Mereka berlari ketakutan ketika melihat ibu tersebut hanya punya satu mata. Betapa malu dan marahnya sang anak karena dia pasti akan menjadi bahan ejekan karena punya ibu yang bermata satu.

Sang anak pun menangis dan marah kepada ibunya, kenapa hal itu harus terjadi pada dirinya?? Sang ibu pun sangat menyesal dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Waktu terus berlalu, tapi kemarahan sang anak terus berlanjut. Dia bertekat untuk pergi meninggalkan ibunya. Setiap hari sang anak belajar dengan rajin. Karena ketekunannya itu akhirnya sang anak mendapatkan beasiswa hingga sampai ke perguruan tinggi.

Waktu begitu cepat berlalu, sang anak pun telah lulus dan wisuda dengan prestasi terbaik. Tapi kenangan akan masa kecilnya masih tetap tersimpan dalam hati hingga akhirnya sang anak melanjutkan tekatnya dan mencari kerja dikota. Sang anak pun begitu mudah mendapatkan kerja karena memang prestasinya yang begitu bagus. Kini kehidupan sang anak telah mapan dan sesekali mengirimkan uang kepada ibunya walaupun sang anak tak pernah kembali lagi kerumah.

Hingga pada suatu saat, sang anak mendapatkan undangan reuni dari teman-teman semasa kecilnya dulu. Selang beberapa waktu sang anak pun pergi ke undangan tersebut dan bermaksud melihat rumah yang dulu pernah ditinggalinya bersama sang ibu.

Dua puluh tahun telah berlalu sang anak pergi, dan kini semuanya telah berubah. Sang anak tak tau dimana kini keberadaan sang ibu karena kini rumahnya kosong tak berpenghuni. Akhirnya ada yang menghampirinya dan memberikan sesuatu kepada sang anak.

"Ini surat titipan dari ibumu, sebelum dia meninggal dunia karena usia".

"Untuk anakku.. Apa kabarmu anakku?? semoga kamu baik-baik saja.. ibu pernah mencarimu dikota, tapi ibu tidak menemukanmu.. ibu kembali lagi ketempat ini.. sebetulnya ibu tidak ingin mengungkit-ungkit lagi tentang kemarahanmu kapada ibu, yang telah mempermalukanmu karena ibu hanya punya mata satu.. ketika engkau kecil.. engkau sakit parah hingga harus kehilangan satu matamu.. ibu tak ingin engkau menjadi ejekan bagi teman-temanmu.. untuk itu ibu berikan satu mata ini untukmu.. bahagia menyertaimu..

****cerita hanya fiktif belaka.. berharap dapat mengambil hikmah tentang arti kasih sayang..****