Waspada Bakso Menggunakan Daging Babi

Siapa si yang tidak kenal dengan makanan bulat ini, yak itu dia gan "Bakso". Sudah tidak asing lagi di dengar yang dimana nih makanan udah ada dimana-mana. di pinggir jalan, di pasar malam, di mall, dll. tapi di balik kelezatan si bakso ada kejangalan yang agan tidak tahu, yaitu "Bakso Babi" gan. Beberapa hari lalu publik dikejutkan dengan penemuan bakso celeng di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Lagi-lagi peringatan datang kepada konsumen yang sudah harus mulai memerhatikan kudapan yang masuk ke dalam mulutnya.

Hanya hitungan jari mungkin konsumen Indonesia yang tidak menggemari makanan yang akrab disantap saat hujan ini. Hampir semua di antara kita senang makan bakso. Bakso merupakan sumber protein dan makanan rakyat yang paling mudah dijangkau baik dari segi harga maupun ketersediaannya.

ilustrasi Bakso Daging Babi
Tapi apakah kita pernah khawatir daging apa yang ada di mangkuk hadapan kita itu? Siapa sangka ternyata di balik rasa bakso yang nikmat itu, masih saja ditemukan oknum pedagang bakso yang sengaja mengoplos daging sapi dengan daging babi demi meraup keuntungan yang lebih.

Penjual daging sering mengakali agar daging babi tampak mirip dengan daging sapi dengan cara merendamnya di dalam darah sapi. Pihak LPPOM MUI menggunakan uji cepat berupa test deteksi babi (pork detection kits) dalam melakukan pengkajian kehalalan pada sampel daging, dan itu merupakan tahap awal dan kemudian dilakukan uji lanjut dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi ada tidaknya DNA babi.

Sementara itu, bagi masyarakat awam wujud rupa daging hewan terlihat tidak ada bedanya satu dengan yang lain. Hal inilah yang membuat kekhawatiran meluas di masyarakat. Agar tidak tertipu, konsumen sebaiknya dengan bijak memperhatikan ciri-ciri daging bakso yang disantap, diantaranya adalah:

Aroma

Daging bakso yang toyyib/baik memiliki aroma khas daging rebus dominan tanpa bau tengik, masam. Daging yang berasal dari babi memiliki lebih banyak lemak sehingga menimbulkan aroma lemak lebih tajam dibandingkan sapi. Daging babi mengeluarkan aroma amis yang kuat walaupun telah diolah menjadi bakso. Jadi jangan ragu mencium daging bakso sebelum menyantapnya ya.

Warna

Warna daging bakso babi dan sapi nyaris sama. Jika dihadapkan pada bakso babi dan bakso sapi dalam keadaan bulat utuh maka akan sulit menemukan perbedaannya karena bakso babi memiliki warna coklat yang hanya sedikit lebih muda dibandingkan dengan daging sapi. Akan tetapi, kita dapat mengetahui perbedaannya setelah bakso dipotong atau dibelah. Jika dipotong, warna daging yang berasal dari babi akan lebih pucat dan tampak merah muda. Lain halnya dengan bakso sapi yang jika dipotong akan tampak warna coklat kemerah-kemerahan atau coklat muda agak abu-abu. Warna tersebut merata tanpa ada warna lainnya yang mengganggu.

Tekstur

Bakso babi memiliki tekstur lebih halus, bersih, lembut dan tampak berminyak hingga tekstur terasa licin. Hal ini sangat berbeda dengan bakso sapi yang kesat, nyaris kering dan tampak urat didalamnya. Permukaan bakso yang tampak mengilat juga dapat diduga berasal dari daging babi dan atau menggunakan minyak babi selama prosesnya. Tekstur bakso sapi juga tidak terlalu kenyal sebagaimana bakso yang berasal dari daging babi.

Ukuran

Ukuran bakso babi lebih besar dibandingkan bakso sapi karena teksturnya lembut dan cenderung dibuat dengan ukuran besar. Bakso dengan ukuran lebih besar akan menarik perhatian konsumen untuk melahapnya. Hal ini dimanfaatkan oleh pedagang terlebih saat harga daging sapi melambung tinggi.

Bentuk

Bakso babi yang mengandung banyak lemak dapat menghasilkan bentuk bakso bulat yang sempurna.

Harga

Harga bakso babi umumnya lebih murah dibandingkan harga bakso sapi. Jangan langsung semangat membeli saat mengetahui harga satu porsi bakso berbeda dengan harga pada umumnya. Bisa diduga harga bakso yang didagangkan itu berbahan dasar daging sapi yang dicampur dengan tepung kanji atau bahkan dengan daging babi.

Label

Ini yang terpenting lho! Untuk pembelian bakso dalam kemasan, jadilah konsumen yang tidak malas untuk cek informasi pada label. Perhatikan logo halal, komposisi, tanggal produksi, dan batas kadaluarsa ya


sumber: http://ilmuberbagi.or.id/

Minum Air Putih untuk Kesehatan

Sudah banyak artikel yang membahas tentang manfaat minum air putih untuk kesehatan. Sebenarnya sudah tak diragukan lagi bahwa mengonsumsi air putih bisa menyehatkan tubuh. Namun ternyata penelitian terbaru kembali menemukan alasan mengapa Anda harus rajin minum air putih, terutama setelah makan.

Penelitian di Spanyol ini menganalisis kaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan minum air putih. Pola makan dan kebiasaan makan ternyata juga dipengaruhi oleh banyaknya air putih yang dikonsumsi. Peneliti menemukan bahwa orang yang minum air putih setelah makan berkemungkinan lebih rajin untuk makan buah dan sayur dalam pola makan mereka.

Air Putih untuk Kesehatan
Hasil ini didapatkan peneliti setelah mengamati data dari 1.332 orang Spanyol berusia 20 sampai 79 tahun. Mereka mencatat berapa kali seseorang makan dan seperti apa porsi buah dan sayuran sayuran yang mereka konsumsi. Selain itu peneliti juga mengamati minuman apa yang mereka konsumsi setelah makan, seperti dilansir oleh Women's Health Mag (22/08).

Dari hasil ini peneliti mendapatkan dua kesimpulan, yaitu bahwa orang yang minum air putih setelah makan berkemungkinan lebih besar untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan. Sementara orang yang minum selain air putih, seperti minuman berpemanis setelah makan kemungkinan lebih tertarik pada makanan yang sudah jadi. Orang yang mengonsumsi air putih setelah makan berkemungkinan makan sayur atau buah hingga dua sampai tiga kali lebih banyak.

Peneliti memberikan catatan bahwa kemungkinan kaitan antara keduanya bukan kaitan sebab akibat dan bisa jadi juga dipengaruhi oleh faktor lain. Meski begitu, hasil penelitian ini memberikan Anda satu alasan lagi untuk lebih rajin mengonsumsi air putih.

sumber : http://www.merdeka.com/sehat/satu-lagi-alasan-untuk-lebih-rajin-minum-air-putih.html