"Sampaikan walau hanya satu ayat"

All About Sahring

Featured Updates

Latest Updates

Apple iPhone 6 16GB (4.7-inch) 4G LTE Factory

Apple iPhone

4.5 out of 5 stars(955)


Buy new: $1,069.99 $698.98
114 used & new from $559.98


  • Apple iPhone 6, Gold, 16 GB (Unlocked)
  • 2G: GSM 850/900/1800/1900, 3G: HSDPA 850/900/1700/1900/2100, 4G: LTE 700/800/850/900/1700/1800/1900/2100/2600 (will not work with CDMA carriers like Verizon and Sprint)
  • 4.7" LED-backlit IPS LCD Multi-Touchscreen w/ Shatter-Proof Glass and Oleophobic Coating
  • iOS 8, Dual-Core 1.4 GHz Cyclone (ARM v8-based) Processor, Chipset: Apple A8, PowerVR GX6650 (hexa-core graphics) Graphics
  • 8 Megapixel Camera (3264 x 2448 pixels) w/ Autofocus, dual-LED (dual tone) Flash + Front-Facing 1.2 Megapixel Camera, 720p, burst, HDR
  • Internal Memory: 16GB, 1GB RAM
  • 16 GB Storage Capacity (Estimated Free Space 12.2 GB)



(Visit the Best Sellers in Unlocked Cell Phones list for authoritative information on this product's current rank.)
Knowledge store Technology

Ketentuan & Cara Melakukan Shalat istikharah

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yan kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (shalat) dua raka’at yang bukan shalat wajib kemudian berdo’alah: 
Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy.”
Tata Cara Shalat istikharah
(Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”. Beliau bersabda: “Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu”. (HR. Al-Bukhari no. 1162)
Cara menyebutkan urusannya misalnya: Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa safar ini atau pernikahan ini atau usaha ini atau mobil ini baik bagiku …, dan seterusnya.

Penjelasan ringkas:
Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat lemah, mereka sangat membutuhkan bantuan dari Allah Ta’ala dalam semua urusan mereka. Hal itu karena dia tidak mengetahui hal yang ghaib sehingga dia tidak bisa mengetahui mana amalan yang akan mendatangkan kebaikan dan mana yang akan mendatangkan kejelekan bagi dirinya. Karenanya, terkadang seseorang hendak mengerjakan suatu perkara dalam keadaan dia tidak mengetahui akibat yang akan lahir dari perkara tersebut atau hasilnya mungkin akan meleset dari perkiraannya.

Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mensyariatkan adanya istikharah, yaitu permintaan kepada Allah agar Dia berkenan memberikan hidayah kepadanya menuju kepada kebaikan. Yang mana doa istikharah ini dipanjatkan kepada Allah setelah dia mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.
Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ. وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ.  وَهُوَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Qashash: 68-70)
Imam Muhammad bin Ahmad Al-Qurthuby rahimahullah berkata, “Sebagian ulama mengatakan: Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk mengerjakan suatu urusan dari urusan-urusan dunia kecuali setelah dia meminta pilihan kepada Allah dalam urusan tersebut. Yaitu dengan dia shalat dua rakaat shalat istikharah.” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an: 13/202)

Shalat istikharah termasuk dari shalat-shalat sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama. Al-Hafizh Al-Iraqi berkata -sebagaimana dalam Fath Al-Bari (11/221-222), “Saya tidak mengetahui ada ulama yang berpendapat wajibnya shalat istikharah.”

Faidah:
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/220), “Ibnu Abi Hamzah berkata: Amalan yang wajib dan yang sunnah tidak perlu melakukan istikharah dalam melakukannya, sebagaimana yang haram dan makruh tidak perlu melakukan istikharah dalam meninggalkannya.

Maka urusan yang butuh istikharah hanya terbatas pada perkara yang mubah dan dalam urusan yang sunnah jika di depannya ada dua amalan sunnah yang hanya bisa dikerjakan salah satunya, mana yang dia kerjakan lebih dahulu dan yang dia mencukupkan diri dengannya.” Maka janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu urusan, akan tetapi hendaknya kamu beristikharah kepada Allah dalam urusan yang kecil dan yang besar, yang mulia atau yang rendah, dan pada semua amalan yang disyariatkan istikharah padanya. Karena terkadang ada amalan yang dianggap remeh akan tetapi lahir darinya perkara yang mulia.”

Berikut beberapa permasalahan yang sering ditanyakan berkenaan dengan istikharah:
1.    Apakah boleh istikharah dengan doa selain doa di atas atau dengan bahasa Indonesia?
Jawab: Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata dalam hadits di atas, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an.”
 
Ucapan ini menunjukkan bahwa dalam istikharah seseorang hanya boleh membaca doa di atas sesuai dengan konteks aslinya, tidak boleh ada penambahan dan tidak boleh juga ada pengurangan. Hal itu karena Nabi shallallahu alaihi wasallam menyerupakan pengajaran istikharah seperti pengajaran surah Al-Qur`an. Maka sebagaimana suatu ayat dalam Al-Qur`an tidak boleh ditambah atau dikurangi atau dirubah maka demikian halnya dengan doa istikharah. Karenanya tidak boleh berdoa dengan membaca terjemahannya semata, tapi dia harus membacanya sebagaimana Nabi mengajarkannya.

Barangsiapa yang berdoa dengan terjemahannya maka dia tidak teranggap melakukan istikharah, akan tetapi dia hanya dianggap sedang berdoa kepada Allah. Hal ini telah diisyaratkan oleh Muhammad bin Abdillah bin Al-Haaj Al-Maliki rahimahullah dalam Al-Madkhal (4/37-38)

2.    Apakah boleh langsung berdoa dengan doa di atas tanpa melakukan shalat sebelumnya?
Jawab: Wallahu a’lam, yang nampak bahwa 2 rakaat dengan doa ini merupakan satu kesatuan dalam istikharah. Karenanya barangsiapa yang hanya berdoa tanpa mengerjakan shalat maka dia tidak dianggap mengerjakan istikharah yang tersebut dalam hadits ini. Walaupun dia tetap dianggap sebagai orang yang berdoa kepada Allah.
Akan tetapi jika dia ada uzur dalam mengerjakan shalat -misalnya wanita yang tengah haid atau nifas-, maka dia boleh langsung berdoa dan itu sudah dianggap sebagai istikharah karenanya adanya uzur untuk tidak mengerjakan shalat. Ini merupakan mazhab Al-Hanafiah, Al-Malikiah, dan Asy-Syafi’iyah.

Imam An-Nawawi berkata dalam Al-Adzkar hal. 112, “Jika dia tidak bisa mengerjakan shalat karena ada uzur, maka hendaknya dia cukup beristikharah dengan doa.”

3.    Apakah dua rakaat ini merupakan shalat khusus, ataukah berlaku untuk semua shalat sunnah dua rakaat?
Jawab: Lahiriah hadits menunjukkan ini merupakan shalat dua rakaat khusus dengan niat untuk istikharah. Hanya saja jika seseorang shalat sunnah rawatib dengan niat rawatib sekaligus niat istikharah (menggabungkan niat), maka itu sudah cukup baginya dan dia sudah boleh langsung berdoa setelahnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Jika dia meniatkan shalat itu dengan niatnya dan dengan niat shalat istikharah secara bersamaan (menggabungkan niatnya, pent.) maka shalatnya itu sudah syah dianggap sebagai istikharah, berbeda halnya jika dia tidak meniatkannya (sebagai shalat istikharah).” (Fath Al-Bari: 11/221)
Sekedar menguatkan isi hadits, bahwa dua rakaat yang dimaksud haruslah merupakan shalat sunnah. Karenanya shalat subuh tidak bisa diniatkan sebagai shalat istikharah karena dia merupakan shalat wajib.

4.    Adakah surah khusus yang disunnahkan untuk dibaca dalam shalat istikharah?
Jawab: Al-Hafizh Al-Iraqi rahimahullah berkata, “Saya tidak menemukan sedikitpun dalam jalan-jalan hadits istikharah adanya penentuan surah tertentu yang dibaca di dalamnya.” (Umdah Al-Qari`: 7/235)
Inilah pendapat yang benar karena tidak ada satupun dalil yang menunjukkan adanya surah tertentu yang lebih utama dibaca dalam shalat istikharah. Sementara tidak boleh menentukan lebih utamanya suatu surah dibandingkan yang lainnya dari sisi bacaan kecuali dengan dalil yang shahih.

5.    Bagi yang tidak menghafal doanya, apakah dia bisa membacanya dari sebuah buku?
Jawab: Yang jelas, yang pertama kita katakan: Hendaknya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menghafalnya.
Jika dia tidak sanggup, maka Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Dalam keadaan seperti ini dia diperbolehkan membaca doa ini dengan melihat kepada kitab atau catatannya. Al-Lajnah Ad-Da`imah menjawab ketika diajukan pertanyaan yang senada dengan di atas, “Jika engkau menghafal doa istikharah atau engkau membacanya dari kitab, maka tidak ada masalah. Hanya saja kamu wajib bersungguh-sungguh dalam berkonsentrasi dan khusyu’ kepada Allah serta jujur dalam berdoa.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah: 8/161)

6.    Bolehkah shalat istikharah pada waktu yang terlarang shalat?
Jawab: Jika shalat istikharahnya masih bisa ditunda hingga keluar dari waktu yang terlarang maka inilah yang lebih utama dia kerjakan. Akan tetapi shalat istikharah ini jika tidak bisa diundur atau dia butuhkan saat itu juga, maka dia boleh mengerjakannya saat itu juga walaupun pada waktu yang terlarang. 

Karena jika shalat istikharah itu dibutuhkan secepatnya, maka jadilah dia shalat sunnah yang disyariatkan karena adanya sebab, sementara sudah dimaklumi bahwa waktu-waktu terlarang shalat ini tidak berlaku pada shalat-shalat sunnah yang mempunyai sebab, seperti tahiyatul masjid, shalat sunnah wudhu, dan semacamnya.
Bolehnya shalat sunnah yang mempunyai sebab dikerjakan pada waktu-waktu terlarang merupakan mazhab Imam Asy-Syafi’i dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad, serta pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. (Lihat Majmu’ Al-Fatawa: 23/210-215)

7.    Apa yang dia lakukan setelah istikharah?
Jawab: Sebelumnya butuh diingatkan bahwa sebelum melakukan istikharah hendaknya dia mengosongkan hatinya dari kecondongan kepada salah satu urusan dari dua urusan yang dia akan mintai pilihan (tidak berpihak kepada satu pilihan). Akan tetapi hendaknya dia melepaskan diri dari semua pilihan tersebut dan betul-betul pasrah menyerahkan nasibnya dan pilihannya kepada Allah Ta’ala.
Imam Al-Qurthuby berkata, “Para ulama menyatakan: Hendaknya dia mengosongkan hatinya dari semua pikiran (berkenaan dengan urusan yang akan dia hadapi) agar hatinya tidak condong kepada salah satu urusan (sebelum dia istikharah).” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an: 13/206)
Kemudian, setelah dia melakukan istikharah, maka hendaknya dia memilih untuk mengerjakan apa yang hendak dia lakukan dari urusan yang tadinya dia minta pilihan padanya. Jika urusan itu merupakan kebaikan maka insya Allah Allah akan memudahkannya dan jika itu merupakan kejelekan maka insya Allah Allah akan memalingkannya dari urusan tersebut.
Muhammad bin Ali Az-Zamlakani rahimahullah berkata,
“Jika seseorang sudah shalat istikharah dua rakaat untuk suatu urusan, maka setelah itu hendaknya dia mengerjakan urusan yang dia ingin kerjakan, baik hatinya lapang/tenang dalam mengerjakan urusan itu ataukah tidak, karena pada urusan tersebut terdapat kebaikan walaupun mungkin hatinya tidak tenang dalam mengerjakannya.” Dan beliau juga berkata, “Karena dalam hadits (Jabir) tersebut tidak disebutkan adanya kelapangan/ketenangan jiwa.” (Thabaqat Asy-Syafi’iah Al-Kubra: 9/206) Maksudnya: Dalam hadits Jabir di atas tidak disebutkan bahwa hendaknya dia mengerjakan apa yang hatinya tenang dalam mengerjakannya, wallahu a’lam.
Karenanya, termasuk khurafat adalah apa yang diyakini oleh sebagian orang bahwa: Siapa yang sudah melakukan istikharah maka dia tidak melakukan apa-apa hingga mendapatkan mimpi yang baik atau mimpi yang akan mengarahkannya dan seterusnya. Ini sungguh merupakan perbuatan orang yang jahil tatkala dia menyandarkan urusannya pada sebuah mimpi, wallahul musta’an.

8.    Jika hatinya masih ragu-ragu atau hatinya belum mantap dalam mengerjakan urusan yang tadinya dia sudah beristikharah untuknya. Apakah dia boleh mengulangi shalat istikharahnya?
Jawab: Boleh berdasarkan beberapa dalil di antaranya:
a.    Istikharah merupakan doa, dan di antara kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam berdoa adalah mengulanginya sebanyak tiga kali.
Hadits ini kami bawakan bukan untuk menunjukkan shalat istikharah diulang sebanyak tiga kali, akan tetapi hanya untuk menunjukkan bolehnya mengulangi doa.
b.    Shalat istikharah adalah shalat yang disyariatkan karena adanya sebab. Karenanya, selama sebab itu masih ada dan belum hilang maka tetap disyariatkan mengerjakan shalat ini.
Inilah yang dipilih oleh sejumlah ulama di antanya: Imam Badruddin Al-Aini dalam Umdah Al-Qari` (7/235), Ali Al-Qari dalam Mirqah Al-Mafatih (3/406), dan Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (3/89).

9.    Haruskah shalat istikharah dikerjakan di malam hari?
Jawab: Dalam hadits di atas tidak ada keterangan waktu pengerjaannya. Karena shalat ini bisa dikerjakan kapan saja baik siang maupun malam hari. Barangsiapa yang meyakini shalat ini hanya bisa dikerjakan di malam hari maka keyakinannya ini keliru. Walaupun tentunya jika dia mengerjakannya pada waktu-waktu dimana doa mustajabah -seperti antara azan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, dan seterusnya-, maka itu lebih utama.

Demikian beberapa pertanyaan yang sempat hadir dalam ingatan kami, jika ada pertanyaan lain silakan dituliskan pada kolom komentar.

[Rujukan utama: Kasyf As-Sitarah 'an Shalah Al-Istikharah]
Al-Hadits Knowledge trik-tips

Yang harus diperhatikan bagi pe-ziarah kubur

Islam adalah agama yang paling mulia di sisi Allah , karena Islam dibangun diatas agama yang wasath (adil) diseluruh sisi ajarannya, tidak tafrith (bermudah-mudahan dalam beramal) dan tidak pula ifrath (melampaui batas dari ketentuan syari’at). Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا
“Dan demikian pula, Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil dan pilihan ….” (Al Baqarah: 143)

Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah bila dilandasi dengan prinsip wasath (tidak ifrath dan tidak pula tafrith). Tentunya prinsip ini tidak akan terwujud kecuali harus diatas bimbingan sunnah Rasulullah. Barangsiapa yang menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan satu-satunya, sungguh ia telah berjalan diatas hidayah Allah . Allah berfirman:
Ziarah Kubur

وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا
“Dan jika kalian mentaati (nabi Muhammad ), pasti kalian akan mendapatkan hidayah (dari Allah ).” (An-Nuur: 54)



Hikmah Dilarangnya Ziarah Kubur Sebelum Diizinkannya

Dahulu Rasulullah melarang para sahabatnya untuk berziarah kubur sebelum disyari’atkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِياَرَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهاَ فَإِنَّهاَ تُذَكِّرُكُمُ اْلآخِرَةَ وَلْتَزِدْكُمْ زِياَرَتُهاَ خَيْرًا فَمَنْ أَراَدَ أَنْ يَزُوْرَ فَلْيَزُرْ وَلاَ تَقُوْلُوا هُجْرًا وِفِي رِوَايَةِ أحْمَدَ: وَلاَتَقُولُوا مَا يُسْخِطُ الرَّبُّ

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah! Karena dengannya, akan bisa mengingatkan kepada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan ‘hujr’ (ucapan-ucapan batil).” (H.R. Muslim), dalam riwayat (HR. Ahmad): “dan janganlah kalian mengucapkan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah.”

Al Imam An Nawawi berkata:

“Sebab (hikmah) dilarangnya ziarah kubur sebelum disyari’atkannya, yaitu karena para sahabat di masa itu masih dekat dengan masa jahiliyah, yang ketika berziarah diiringi dengan ucapan-ucapan batil. Setelah kokoh pondasi-pondasi Islam dan hukum-hukumnya serta telah tegak simbol-simbol Islam pada diri-diri mereka, barulah disyari’atkan ziarah kubur. (Al Majmu’: 5/310)

Tidak ada keraguan lagi, bahwa amalan mereka di zaman jahiliyah yaitu berucap dengan sebatil-batilnya ucapan, seperti berdo’a, beristighotsah, dan bernadzar kepada berhala-berhala/patung-patung di sekitar Makkah ataupun di atas kuburan-kuburan yang dikeramatkan oleh mereka.



Tujuan Disyari’atkannya Ziarah Kubur

Marilah kita perhatikan hadits-hadits dibawah ini:

1. Hadits Buraidah bin Hushaib , Rasulullah bersabda:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِياَرَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهاَ فَإِنَّهاَ تُذَكِّرُكُمُ اْلآخِرَةَ وَلْتَزِدْكُمْ زِياَرَتُهاَ خَيْرًا
“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR. Muslim)

Dari sahabat Buraidah juga, beliau berkata: “Rasulullah telah mengajarkan kepada para sahabatnya, bilamana berziarah kubur agar mengatakan:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ أَنْتُمْ لَنَا فرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ وَأَسْأَلُ اللهَ لَنَا لَكُمُ الْعَافِيَةِ

“Assalamu’alaikum wahai penduduk kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kalian telah mendahului kami, dan kami akan mengikuti kalian. Semoga Allah memberikan ampunan untuk kami dan kalian.”(HR. Muslim 3/65)



2. Hadits Abu Sa’id Al Khudri dan Anas bin Malik :

فَزُوْرُوْهاَ فَإِنّ فِيهَا عِبْرَةً وِفِي رِوَايَةِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: تُرِقُّ الْقَلْبَ وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ
“sekarang berziarahlah ke kuburan karena sesungguhnya di dalam ziarah itu terdapat pelajaran yang besar… . Dalam riwayat sahabat Anas bin Malik : … karena dapat melembutkan hati, melinangkan air mata dan dapat mengingatkan kepada hari akhir.” (H.R Ahmad 3/37-38, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hal: 228).



3. Hadits ‘Aisyah :

“Dahulu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar menuju kuburan Baqi’ lalu beliau mendo’akan kebaikan untuk mereka. Kemudian ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang perkara itu. Beliau berkata: “Sesungguhnya aku (diperintahkan oleh Allah) untuk mendo’akan mereka. (HR. Ahmad 6/252 dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani , lihat Ahkamul Janaiz hal. 239)

Dalam riwayat lain, ‘Aisyah bertanya:

“Apa yang aku ucapkan untuk penduduk kubur? Rasulullah berkata: “Ucapkanlah:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالمُسَتَأْخِرِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْن
“Assalamu’alaikum wahai penduduk kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang-orang yang mendahului kami ataupun yang akan datang kemudian. Dan kami Insya Allah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim hadits no. 974)

Dari hadits-hadits di atas, kita dapat mengetahui kesimpulan-kesimpulan penting tentang tujuan sebenarnya dari ziarah kubur:
  1. Memberikan manfaat bagi penziarah kubur yaitu untuk mengambil ibrah (pelajaran), melembutkan hati, mengingatkan kematian dan mengingatkan tentang akan adanya hari akhirat.
  2. Memberikan manfaat bagi penghuni kubur, yaitu ucapan salam (do’a) dari penziarah kubur dengan lafadz-lafadz yang terdapat pada hadits-hadits di atas, karena inilah yang diajarkan oleh Nabi , seperti hadits Aisyah dan yang lainnya.

Bilamana ziarah kubur kosong dari maksud dan tujuan tersebut, maka itu bukanlah ziarah kubur yang diridhoi oleh Allah . Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullah mengatakan:

“Semuanya menunjukkan tentang disyariatkannya ziarah kubur dan penjelasan tentang hikmah yang terkandung padanya yaitu agar dapat mengambil ibrah (pelajaran). Apabila kosong dari ini (maksud dan tujuannya) maka bukan ziarah yang disyariatkan.” (Lihat Subulus Salam, 2/162)



Catatan Penting Bagi Peziarah Kubur

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan bagi penziarah kubur, yaitu:

Pertama:
Menjauhkan hujr yaitu ucapan-ucapan batil.

Sebagaimana hadits Rasulullah :

“…maka barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan ‘hujr’ (ucapan-ucapan batil).” (H.R. Muslim), dalam riwayat (HR. Ahmad): “…dan janganlah kalian mengucapkan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah.”

Berbicara realita sekarang, maka sering kita jumpai para penziarah kubur yang terjatuh dalam perbuatan ini. Mereka mengangkat kedua tangannya sambil berdo’a kepada penghuni kubur (merasa belum puas /khusyu’) mereka sertai dengan sujud, linangan air mata (menangis), mengusap-usap dan mencium kuburannya. Tidak sampai disini, tanah kuburannya dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarganya untuk mendapatkan barakah atau sebagai penolak bala’. Adakah perbuatan yang lebih besar kebatilannya di hadapan Allah dari perbuatan ini? Padahal tujuan diizinkannya ziarah kubur -sebagaimana yang telah disebutkan- adalah untuk mendo’akan penghuni kubur, dan bukan berdo’a kepada penghuni kubur.

Kedua:
Tidak menjadikan kuburan sebagai masjid.

Rasulullah bersabda:

اللهمَّ لاَتَجْعَل قَبْرِيْ وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهِ عَلى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai watsan (sesembahan selain Allah), sungguh amat besar sekali kemurkaan Allah terhadap suatu kaum yang menjadikan kuburan-kuburan para nabi sebagai masjid-masjid.” (HR. Ahmad)

Kalau demikian, bagaimana besarnya kemurkaan Allah kepada orang yang menjadikan kuburan selain para nabi sebagai masjid?

Makna menjadikan kuburan sebagai masjid mencakup mendirikan bangunan masjid di atasnya ataupun beribadah kepada Allah di sisi kuburan. Maka dari itu, tidak pernah dijumpai para sahabat Nabi meramaikan kuburan dengan berbagai jenis ibadah seperti shalat, membaca Al Qur’an, atau jenis ibadah yang lainnya. Karena pada dasarnya perbuatan itu adalah terlarang, lebih tegas lagi larangan tersebut ketika Rasulullah bersabda:

لاَتَجْعَلُوا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا وَلاَ تَجْعَلُوا قَبْرِيْ عِيْدًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِيْ حَيْثُ كُنْتُمْ
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan dan jangan pula kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat yang selalu dikunjungi. Karena di manapun kalian bershalawat untukku, niscaya akan sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud)

Ketiga:
Tidak melakukan safar (perjalanan jauh) dalam rangka ziarah kubur.

Rasulullah bersabda:

لاَ تَشُدُّوا الرِّحاَلَ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَساَجِدَ. مَسْجِدِي هَذاَ وَالْمَسْجِدِ الْحَراَمِ وَالْمَسْجِدِ اْلأَقْصَى
“Jangan kalian bepergian mengadakan safar (dengan tujuan ibadah) kecuali kepada tiga masjid: masjidku ini, Masjid Al-Haram, dan Masjid Al-Aqsha.” (HR. Al-Bukhari no. 1139 dan Muslim no. 415)

Ziarah ke kubur Nabi dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar merupakan amalan mustahabbah (dicintai) dalam agama ini, namun dengan syarat tidak melakukan safar semata-mata dengan niat ziarah. Sehingga salah kaprah anggapan orang bahwa safar ke masjid An Nabawi atau safar ke tanah Suci (Masjidil Haram) hanya dalam rangka berziarah ke kubur Nabi dan tidak dibenarkan pula safar ke tempat-tempat napak tilas para nabi dengan niat ibadah, sebagaimana penegasan hadits di atas tidak bolehnya mengadakan safar dalam rangka ibadah kecuali ke tiga masjid saja.

Al Imam Ahmad meriwayatkan tentang kejadian Abu bashrah Al Ghifari yang bertemu Abu Hurairah . Beliau bertanya kepada Abu bashrah: “Dari mana kamu datang? Abu bashrash menjawab: “Aku datang dari Bukit Thur dan aku shalat di sana.” Berkata Abu Hurairah : “Sekiranya aku menjumpaimu niscaya engkau tidak akan pergi ke sana, karena aku mendengar Rasulullah bersabda: “Jangan kalian bepergian mengadakan safar (dengan tujuan ibadah) kecuali kepada tiga masjid: masjidku ini, Masjid Al-Haram, dan Masjid Al-Aqsha.”


Adapun hadits-hadits yang tersebar di masyarakat seperti:

مَنْ زَارَ قَبْرِي فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي
“Barang siapa yang berziarah ke kuburanku, niscaya baginya akan mendapatkan syafaatku.”

مَنْ زَرَانِي وَ زَارَ أَبِي فِي عَامٍ وَاحِدٍ ضَمِنْتُ لَهُ عَلَى اللهِ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa berziarah ke kuburanku dan kuburan bapakku pada satu tahun (yang sama), aku menjamin baginya Al Jannah.”

مَنْ حَجَّ وَلَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي
“Barangsiapa berhaji dalam keadaan tidak berziarah ke kuburanku, berarti ia meremehkanku”

Semua hadits-hadits di atas ini dha’if (lemah) bahkan maudhu’ (palsu), sehingga tidak diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari, Muslim, tidak pula Ashabus-Sunan; Abu Daud, An-Nasai’ dan selain keduanya, tidak pula Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad, Ats-Tsauri, Al-Auzai’, Al-Laitsi dan lainnya dari para imam-imam ahlu hadits. (lihat Majmu’ Fatawa 27/29-30).

Keempat:
Tanah kubur Nabi tidaklah lebih utama dibanding Masjid Nabawi

Tidak ada satu dalil pun dari Al Qur’an, As Sunnah ataupun perkataan dari salah satu ulama salaf yang menerangkan bahwa tanah kubur Nabi lebih utama dibanding Masjidil Haram, Masjid Nabawi atau Masjidil Aqsha. Hanyalah pernyataan ini berasal dari Al Qadhi Iyadh. Segala pernyataan yang tidak dilandasi dengan Al Qur’an ataupun As Sunnah sangat perlu dipertanyakan, apalagi tidak ada seorang pun dari ulama yang menyatakan demikian. (Lihat Majmu’ Fatawa 27/37)

Kelima:
Tidak mengkhususkan waktu tertentu baik hari ataupun bulan.

Karena tidak ada satu nash pun dari Al-Qur’an, As-Sunnah ataupun amalan para sahabat nabi yang menjelaskan keutamaan waktu tertentu untuk ziarah.

Keenam:
Tidak diperbolehkan jalan ataupun duduk diatas kubur.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

لأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثيَابَهُ فَتُخْلِصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجِلِسَ عَلَى قَبْرٍ
“Sungguh jika salah seorang diantara kalian duduk di atas bara api, sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, lebih baik baginya daripada duduk di atas kubur”. (HR. Muslim 3/62)

لأَنْ أَمْشِي عَلَى جَمْرَةٍ أَوْ سَيْفٍ أو أَخْصِفَ نَعْلِي بِرِجْلِي أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ أَن أَمْشِيَ عَلَى قَبْرِ مُسْلِمٍ
“Sungguh aku berjalan di atas bara api, atau (tajamnya) sebilah pedang, ataupun aku menambal sandalku dengan kakiku, lebih aku sukai daripada aku berjalan di atas kubur seorang muslim.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya).



Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=114
Judul asli: Ziarah Kubur Dalam Bingkai Sunnah Nabawiyah
Al-Hadits Knowledge

Hindari 10 Kesalahan Mahal di Search Engine

Oleh: Brad Eden

Jika anda memiliki situs web maka anda pasti tahu pentingnya lalu lintas kunjungan ke web anda. Apalagi jika anda sebagai seorang internet marketing, tentunya lalu lintas ke web anda akan menjadi lahan strategis untuk bisnis anda. Ini satu-satunya hal yang benar-benar penting. Jika Anda tidak dapat menghasilkan pengunjung yang ditargetkan ke situs anda, maka anda tidak akan terjadi penjualan. 

Biasanya pemilik atau desainer website adalah orang yang ditunjuk untuk mengarahkan lalu lintas kunjungan ke situsnya. Anda dapat saja menggunakan iklan, tapi tentunya anda akan dikenakan biaya. Menggunakan mesin pencari seperti google untuk menghasilkan target penjualan (agar pengunjung tertarik pada produk anda) adalah metode yang paling populer.

Sayangnya, banyak pemilik situs web tidak memahami pentingnya visibilitas mesin pencari, yang mengarah lalu lintas ke website. Mereka lebih mementingkan tampilan yang "cantik" pada situs websitenya. Tentunya itu semua tidaklah buruk, tapi itu bukanlah hal yang utama bagi mesin pencari.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang dibuat oleh banyak pemilik situs web. Mudah-mudahan akan membantu anda untuk menghasilkan lebih banyak lalu lintas kunjungan yang ditargetkan ke situs anda.

1. Tidak menggunakan kata kunci efektif.

Ini mungkin salah satu hal yang paling penting dari desain website. Pilihlah kata kunci yang tepat dan calon pelanggan akan menemukan situs anda. Mendapatkan kunjungan dari orang-orang yang salah (bukan target pemasaran anda) maka target anda tidaklah akan tercapai walaupun ada trafik kunjungan ke situs anda. 

2. Mengulangi kata kunci yang sama.

Bila anda menggunakan kata kunci yang sama secara berulang-ulang (disebut penumpukan kata kunci) maka mesin pencari mungkin akan downgrade (atau melewatkan) halaman situs anda.

3. Mengambil (copas) halaman dari situs-situs lain.

Beberapa kali anda mendengar atau membaca bahwa "ini adalah Internet dan itu ok" untuk mengambil ikon dan teks dari situs web untuk di gunakan di situs anda. Satu hal untuk pembelajaran, orang lain yang telah membuat isi halaman website mereka dan yang lain langsung menyalin pekerjaan mereka. Mesin pencari sangat cerdas dan biasanya akan mendeteksi adanya duplikasi halaman.

4. Menggunakan kata kunci yang tidak berhubungan dengan website Anda. 

Banyak pemilik situs web tidak etis mencoba untuk mendapatkan visibilitas dari mesin pencari dengan menggunakan kata kunci yang tidak ada sama sekali hubungannya dengan situs web mereka. Mereka menempatkan kata kunci yang tidak berhubungan di halaman (seperti "sex", nama seorang selebriti yang dikenal, topik pencarian yang sedang trend, dll) di dalam meta tag. Kata kunci tersebut tidak ada hubungannya dengan topik halaman. Namun, karena kata kunci ini populer, mereka pikir ini akan meningkatkan visibilitas mereka.

Teknik ini dianggap spam oleh mesin pencari dan dapat menyebabkan halaman (atau kadang-kadang seluruh situs) yang akan dihapus dari daftar mesin pencari.

5. isian Kata Kunci. 

Agak seperti susun kata kunci yang tercantum di atas, ini berarti untuk menetapkan beberapa kata kunci untuk deskripsi grafis atau lapisan yang muncul di website Anda dengan menggunakan "alt =" parameter HTML. Jika mesin pencari menemukan bahwa teks ini tidak benar-benar menggambarkan grafik atau lapisan itu maka akan dianggap spam. 

6. Mengandalkan teks tersembunyi.

Jangan mencoba untuk menyembunyikan kata kunci atau frase kata kunci, dengan membuat mereka terlihat. Misalnya, beberapa desainer tidak etis mengatur kata kunci untuk warna yang sama dengan latar belakang halaman web; dengan demikian, menjadikannya terlihat.

7. Mengandalkan teks kecil.

Ini adalah versi lain dari item di atas (mengandalkan teks tersembunyi). Jangan mencoba untuk menyembunyikan kata kunci atau frase kata kunci dengan membuat mereka kecil. Mengatur ukuran teks kata kunci sangat kecil sehingga hampir tidak dapat dilihat melakukan hal ini. 

8. Dengan asumsi semua mesin pencari adalah sama.

Banyak orang beranggapan bahwa setiap mesin pencari memainkan dengan aturan yang sama. Hal ini tidak begitu. Masing-masing memiliki dasar aturan mereka sendiri dan untuk mengubah kapan saja mereka inginkan sehingga subjek. Buatlah titik untuk mempelajari apa yang mewajibkan setiap mesin pencari utama untuk visibilitas tinggi.

9. Menggunakan web hosting gratis.

Jangan menggunakan web hosting gratis jika Anda benar-benar serius meningkatkan lalu lintas situs melalui mesin pencari visibilitas. Banyak sekali mesin pencari akan menghilangkan konten dari hosting gratis ini.

10. Melupakan untuk memeriksa hilang elemen halaman web.

Pastikan untuk memeriksa setiap halaman di situs Web Anda untuk kelengkapan, seperti rantai yang hilang, grafis, dll Ada situs di web yang akan melakukan ini secara gratis. Ini adalah hanya beberapa metode dan teknik yang harus Anda hindari. Jangan menyerah pada godaan bahwa metode ini akan bekerja untuk Anda. Mereka akan melakukan lebih berbahaya daripada baik untuk website Anda. Anda tidak hanya akan menghabiskan minggu usaha sia-sia, Anda mungkin memiliki situs Anda dilarang dari mesin pencari selamanya.

Berinvestasi sedikit waktu untuk mempelajari teknik yang tepat untuk meningkatkan visibilitas mesin pencari dan lalu lintas bersih Anda akan meningkat.

Penulis BioBrad Eden adalah seorang ahli Wirausaha Ilmu dengan 14 tahun pengalaman industri di real estate, pemasaran dan komunikasi teknis. Dia saat berkonsultasi dengan IBM di CA. Brad memiliki & menjalankan sumber daya lalu lintas bebas bagi pengusaha.
SEO trik-tips

Meta Tags untuk Meningkatkan Visibilitas Situs

Mengoptimalkan Meta Tags untuk Meningkatkan Visibilitas Situs Anda

Oleh M Rooney

Meta tag ditambahkan ke halaman sebuah website bertujuan untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Meta tag itu sendiri terdiri dari tiga komponen penting yaitu Meta Tag Pada Judul, Deskripsi dan kata kunci. Meta tag Judul adalah hal yang paling umum digunakan. Hal ini ditampilkan di atas jendela browser. Ini bertindak sebagai judul halaman website anda.

Meta Deskripsi tidak ditampilkan pada halaman browser tetapi ditampilkan dalam hasil pencarian. Meta Deskripsi sering digunakan dalam sebuah halaman website yang tidak mengandung konten teks. Misalnya, dalam sebuah situs galeri seni, seluruh halaman hanya menampilkan gambar. Karena tidak ada teks yang ditempatkan di situs tersebut, jadi anda harus menggunakan Meta deskripsi ini untuk mengoptimalkan dengan kata kunci.

Meta tag biasanya ditambahkan di bawah tag Judul. Meta tag untuk setiap halaman harus unik. Dengan cara ini, Anda dapat menghindari masalah duplikasi. Anda harus menggunakan Meta tag yang berbeda untuk setiap halaman di website.

Alat penelitian kata kunci terbaik untuk meneliti kata kunci adalah alat kata kunci Google AdWords. Alat kata kunci Google AdWords baru menawarkan banyak fungsi yang ditingkatkan. Alat kata kunci tersebut memungkinkan anda untuk menganalisis kata kunci berdasarkan kompetisi, jumlah pencarian, BPK dan lain-lainnya.

Meta Tag menggunakan Kata kunci adalah yang paling penting dari semua Meta Tag . Meta Tag dengan menggunakan kata kunci tidak boleh melebihi lebih dari 255 karakter. Jika kata kunci Meta melebihi 255 karakter, maka akan dianggap spam oleh mesin pencari. Situs Anda mungkin daftar hitam oleh mesin pencari sebagai situs spam karena termasuk terlalu banyak kata kunci.

Anda dapat menggunakan beberapa kata sebagai salah satu kata kunci. Agar mesin pencari untuk mengenali frase sebagai satu kata kunci, Anda harus menggunakan koma. Kata kunci yang paling penting harus diposisikan di depan diikuti oleh kata kunci yang kurang penting. 

Meta Tag Judul dan deskripsi harus ditulis dengan baik sehingga orang akan tertarik melihat halaman web. Kadang-kadang, mesin pencari akan menampilkan Meta deskripsi dalam hasil pencarian jika tidak bisa menemukan Meta Tag kata kunci dalam artikel. Hal ini penting untuk mengoptimalkan Meta judul dan deskripsi dengan kata kunci.

Dengan mengoptimalkan Meta Tag judul dan deskripsi, Anda akan dapat peringkat yang baik di mesin pencari. Kata kunci yang Anda gunakan harus memiliki kompetisi rendah. Anda tidak harus menggunakan kata kunci yang salah eja di Meta tag Anda. Meskipun kata kunci yang salah eja memiliki persaingan kecil, itu akan turun peringkat mesin pencari Anda jika Anda menggunakannya.

Mesin pencari tahu bahwa Anda sedang mencoba untuk memanipulasi, sehingga tidak akan ada peringkat di website anda. Menggunakan kata kunci yang salah eja juga menyebabkan orang untuk berpikir bahwa situs anda tidak profesional. Ketika orang melihat bahwa situs anda tidak profesional, mereka akan menghindarinya dan tidak akan mempertimbangkan membeli produk Anda. Selain itu, frase kata kunci yang anda gunakan harus bermakna. Jika frase kata kunci tidak bermakna, mesin pencari akan menganggap Anda sebagai spammer.

Selamat Mencoba menggunakan Meta Tags untuk Meningkatkan Visibilitas Situs anda.
SEO trik-tips

Tips berkomunikasi dengan orang baru dikenal

Komunikasi merupakan media paling penting dalam berinteraksi dalam masyarakat. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan pendapat kita dan mengekspresikan segala perasaan kita kepada orang lain. Kemampuan komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam sebuah lingkungan baru agar dapat terjalin suatu hubungan yang baik. Namun, jika seseorang kesulitan untuk menjalin hubungan dengan lingkungan barunya, maka dia akan merasa tidak nyaman untuk tinggal di lingkungan tersebut.

Bagi sebagian orang yang profesinya mengharuskan dia untuk berhadapan dengan orang-orang baru, maka mereka harus melatih kemampuan berkomunikasinya supaya bisa terjalin hubungan yang baik pula. Berikut ini ada beberapa tips cara terbaik berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal:

Mulailah dari kata-kata sederhana atau pertanyaan sederhana

Bertanyalah tentang hal-hal yang sederhana. Jangan terlalu serius, contohnya seperti: "Hari ini panas sekali ya!", "Jam berapa mas sekarang?", "Aduh, panjangnya antriannya!", dan sebagainya. Cara ini cukup efektif untuk memulai suatu percakapan setelah mendapat respon dari lawan bicara, baru lanjutkan percakapannya.

Berikan pertanyaan yang memicu minat orang tersebut

Buatlah pertanyaan yang mengarah pada minat mereka untuk berkomunikasi, seperti: "Saya punya kos-kosan di daerah Dieng dengan 10 kamar standar dan 3 kamar VIP." Segera beri tanggapan mengenai hal tersebut seperti: "Di manakah Dieng itu? Apakah dari sini masih jauh untuk ke kosan Anda? Siapa saja yang menyewa kos-kosan Anda? Apakah bapak punya pekerjaan lain selain punya kos-kosan?" Dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan membuat orang baru tersebut semakin tertarik untuk berbicara dengan Anda. Pada dasarnya, manusia cenderung ingin membanggakan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, pertanyaan dengan topik diri mereka sendiri adalah topik yang tepat untuk dibahas. Sebagai manusia kita pasti juga ingin membanggakan dan membicarakan tentang diri kita sendiri, akan tetapi untuk situasi seperti ini lebih baik tahan ego Anda dulu.

Membuat dia membahas tentang dirinya

Carilah topik yang sangat mereka kuasai, yaitu tentang diri mereka sendiri. Bertanyalah dengan pertanyaan seperti: "Rumah Anda di mana?", "Apa pekerjaan Anda?", "Anda berasal dari mana?", "Anda kuliah di mana?" Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat tepat sekali digunakan sebagai pembukaan percakapan yang baik. Dengan pertanyaan seperti itu akan membuat mereka tertarik untuk berbicara dengan Anda dan setelah itu jangan lupa untuk berkenalan dengan orang baru tersebut.

Cari topik yang menarik atau yang sedang tren

Saat keadaan mulai diam karena tidak adanya topik yang dibahas, coba Anda seaktif mungkin mencari bahan pembicaraan, mulai dari topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini atau hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan atau studi yang dia jalani. Jangan membicarakan topik yang serius yang susah dimengerti oleh Anda dan orang tersebut.

Perhatikan mereka dengan kontak mata yang lama

Berikan kontak mata kepada mereka saat mereka berbicara kepada Anda. Hal tersebut manandakan bahwa Anda memperhatikan dan menyimak apa yang mereka bicarakan, tetapi ingat jangan terlalu berlebihan saat memandang mereka, karena itu justru dapat menyebabkan mereka merasa tidak nyaman dengan Anda.

Menceritakan tentang diri Anda saat diminta

Saat ini adalah saat yang paling tepat bagi Anda untuk menceritakan tentang diri Anda. Ceritakan tentang diri Anda, tetapi jangan terlalu berlebihan membuka jati diri Anda. Beri kesempatan pada orang tersebut bertanya tentang kehidupan Anda.


Hindari kata-kata yang menyinggung perasaan atau candaan yang tidak tepat

Bercanda boleh saja, tetapi alangkah baiknya untuk situasi seperti ini kita tidak menyisipkan candaan sampai kita benar-benar mengetahui siapa orang itu. Dikhawatirkan candaan yang kurang tepat dapat menyinggung perasaan orang tersebut sehingga dapat menghambat proses komunikasi yang efektif.

Mengajak ke hubungan pertemanan

Dalam tahap ini kita dapat mengajak mereka ke hubungan lebih dari seorang yang baru kenal, tetapi sebagai teman dengan cara mengajak mereka bertemu lagi, contohnya coba ajak mereka untuk futsal, ke kedai kopi bersama-sama, mengajak ke konser musik, ke pameran baju dan lain-lain. Walaupun mungkin dia tidak mau menerimanya tetapi Anda telah berani dan serius untuk membina hubungan pertemanan yang baik dengannya. Hal itu akan membuat orang tersebut terkesan dan menghargai Anda.
Knowledge trik-tips

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business sites:

  • panda
  • disney
  • starbucks
  • cocacola
  • un
  • nba
  • Don't miss new products

    Subscribe here to get our newsletter in your inbox, it is safe and EASY!

    Copyright © Wejangan Hidup™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.