Beberapa Wasiat Nabi Muhammad SAW

wejangan

7 Wasiat Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wasallam kepada Sahabat Abu Dzar:

Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
  1. Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
  2. Beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
  3. Beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmi meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
  4. Aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah),
  5. Aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
  6. Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah di jalan Allah, dan
  7. Beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.

(HR Ahmad 5: 159, Shahih).

Beberapa Adab terhadap yang sudah Wafat

“Dari ‘Aisyah radhiallaahu ‘anha, dia berkata: Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘ janganlah kalian mencela orang-orang yang sudah mati, karena mereka itu sudah sampai kepada apa yang telah mereka lakukan’ “.. (H.R.al-Bukhâriy)

Dari Mughirah bin Syu’bah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian memaki orang-orang yang telah meninggal, karena (jika demikian) bisa menyakiti orang-orang yang masih hidup”. [HR. Ahmad juz 6, hal. 342, no 18235]

Berdiri ketika ada jenazah lewat

Dari ‘Amir bin Rabi’ah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah untuk menghormatinya sehingga jenazah itu meninggalkan kalian atau jenazah itu diletakkan”. [HR. Muslim juz 2, hal. 659]

Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata : Pernah suatu jenazah dibawa melewati kami, kemudian Nabi SAW berdiri untuk menghormatinya dan kami pun berdiri pula. Kemudian kami berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya itu adalah jenazah orang Yahudi”. Beliau bersabda, “Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah ”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 87].

Syafa'at Nabi Muhammad SAW di Padang Mahsyar

Tatkala bencana di padang Mahsyar sudah semakin berat dirasakan oleh manusia, mereka berlari-lari mencari orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia di hadapan Allah Swt, agar memberikan syafa'atnya. Mereka memohon supaya segera memasuki tahap perhitungan amal dan lepas dari kesusahan dan kesengsaraan yang telah lama mereka rasakan.

Terlintas lah dalam benak mereka untuk menemui manusia pertama, bapak dari segala manusia, yakni Nabiyullah Adam As, untuk meminta pertolongan seraya menyebut keutamaan-keutamaan dan kemuliaan yang Allah karuniakan kepadanya. Namun nabi Adam As menolak permintaan anak cucunya (manusia). Bahkan Nabi Adam As meminta maaf dan menyebutkan pelanggarannya kepada Allah Swt, hingga beliau dikeluarkan dari syurga dan turun kebumi. Lalu Nabi Adam as menyarankan agar mereka menemui Nabi Nuh As, Rasul pertama bagi segenap manusia dan mendapat penghargaan dari Allah sebagai hamba yang pandai bersyukur.

Tetapi Nabi Nuh As juga menolak permohonan manusia dan menyebutkan pula beberapa kesalahannya kepada Allah Swt, lalu Nabi Nuh As menyarankan agar mereka menemui para Rasul yang termasuk kelompok Ulul Azmi. Mereka lari mencari Nabi Musa As, namun lagi-lagi Nabi Musa As menolak permohonan manusia seraya menyebutkan beberapa kesalahan yang pernah diperbuatnya kepada Allah. Begitu juga Rasul yang lain pun menyerahkan kepada Rasul berikutnya. Akhirnya sampailah mereka kepada Nabi Muhammad Saw, yang di ampuni dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, sehingga beliau menduduki derajat yang terpuji. Nabi Muhammad Saw lalu mengabulkan permintaan para manusia dan memohonlah beliau kepada Allah Swt dan Allah pun mengabulkan permohonan Nabi yang paling dikasihi.

Didalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda :
"Sesungguhnya kelak matahari itu kelak dihari kiamat, sangat dekat dengan manusia, sehingga keringat (peluh) sampai mencapai separuh telinga. Di kala seluruh manusia dalam keadaan sedemikian itu, mereka meminta pertolongan kepada Nabi Adam as. Beliau lalu berkata :"Aku tidak dapat memberikan pertolongan yang kalian kehendaki itu". Kemudian mereka meminta pertolongan kepada Nabi Musa as dan beliaupun menjawab seperti yang dikatakan oleh Nabi Adam as. Selanjutnya mereka meminta pertolongan kepada nabi Muhammad Saw. Lalu Nabi Muhammad memberikan syafaatnya supaya diadakan keputusan di antara segenap makhluk. Nabi Muhammad lalu berjalan hingga dapat memegang lingkaran pintu syurga. Pada hari itulah Allah membangunkan Nabi Muhammad dengan menempatkan pada tempat yang terpuji (maqam mahmud), yang dipuji oleh sekalian makhluk yang sedang berkumpul itu". (H.R. Abu Dawud dan Hakim)

Pada dasarnya para Nabi telah diberikan do'a, yang apabila Nabi pintakan do'a itu kepada umatnya niscaya dikabulkan oleh Allah, dan para Nabi tersebut telah memintakan do'a itu didunia. Sedangkan Rasulullah Saw menyimpan do'anya sampai saat ketika umatnya sangat membutuhkan (hari kiamat). Semoga Allah senantiasa melimpahkan sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, karena telah mengasihi segenap umatnya yang beriman.